Penanganan Corona

14 Hari Pasca Lebaran, Semua Rumah Sakit di Jateng Diminta Siaga, Ganjar: Sesuai Instruksi Presiden

Dalam rapat bersaa Presiden Joko Widodo meminta semua kepala daerah di Jawa Tengah mewaspadai potensi lonjakan kasus Covid-19 pasca Lebaran.

Editor: deni setiawan
PEMPROV JATENG
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sedang mengikuti rapat bersama Presiden Joko Widodo secara virtual, Senin (17/5/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Pemprov Jateng siapkan langkah antisipatif hadapi potensi terjadinya lonjakan kasus Covid-19 pasca Lebaran.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo meminta semua rumah sakit siaga selama 14 hari ke depan, semua harus siap dengan kemungkinan terjadinya lonjakan kasus itu.

"Saya minta rumah sakit siaga."

"Kadinkes dan Sekda sudah saya minta menyiapkan."

"Kita menghitungnya 14 hari ke depan, apakah ada lonjakan pasca Lebaran atau tidak."

"Belum lagi dampak-dampak wisata yang belum selesai," kata Ganjar seusai rapat bersama Presiden Joko Widodo secara virtual, Senin (17/5/2021).

Baca juga: Ini Jadwal Seleksi CPNS dan PPPK Pemprov Jateng, Tahun Ini Dibuka 14.597 Formasi

Baca juga: Tempat Isolasi dan Rumah Sakit Diminta Standby, Antisipasi Klaster Baru Pasca Lebaran di Jateng

Baca juga: Mahasiswa Jateng di Jepang Kecele Tebak Isi Khong Guan dalam Halalbihalal Virtual Ganjar Pranowo

Baca juga: Ledakan Petasan Maut di Kebumen, Kapolda Jateng: Korban Diduga Meracik Mercon sambil Merokok

Dari data yang ada, belum ada lonjakan kasus berarti di Jawa Tengah.

Data minggu ke-19 tahun ini, angka kasus Covid-19 Jateng justru menurun dibanding pekan sebelumnya.

"Kalau data terakhir justru menurun."

"Kemarin yang hasil swab selama lebaran hasilnya juga tidak banyak, dari 43 ribu tes, hanya 56 yang ditemukan," jelasnya.

Terapkan 3T

Meski begitu pihaknya menegaskan akan terus gencar menerapkan 3T yaitu testing, tracing, dan treatment.

Pengetesan secara acak juga akan terus dilakukan di puntu-pintu keluar Jateng.

"Tetap kita lakukan testing, agar bisa membantu provinsi lain."

"Sehingga, kalau kita random test (tes acak), harapannya mereka yang akan kembali ke tempat kerja asal atau mereka yang ingin bepergian ke daerah lain di luar Jateng semuanya sehat," pungkasnya.

Sementara itu, dalam rapat tersebut Presiden Joko Widodo meminta semua kepala daerah mewaspadai potensi lonjakan kasus Covid-19 pasca Lebaran.

Sebab meski mudik dilarang, faktanya ada 1,5 juta warga yang tetap nekat mudik.

"Hati-hati pasca Lebaran."

"Betul-betul kita harus waspada karena berpotensi ada peningkatan kasus baru Covid."

"Meskipun kita mengeluarkan kebijakan larangan mudik, saya dapat data masih ada 1,5 juta orang yang mudik pada 6-17 Mei kemarin," kata Jokowi.

Jokowi menegaskan semua rumah sakit harus disiapkan.

Upaya testing, tracing, dan treatmen juga harus terus digenjot.

"Kasus aktif akhir-akhir ini sudah ada penurunan, kita berharap tidak ada peningkatan."

"Tingkatkan testing dan tracing, kalau ketemu langsung di treathment."

"Ini harus benar-benar dilakukan, sebagai upaya kita untuk mengendalikan," ucapnya. (*)

Disclaimer Tribun Banyumas

Bersama kita lawan virus corona.

Tribunbanyumas.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan.

Ingat pesan ibu, 5M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, selalu Menjaga jarak, Menghindari kerumunan, mengurangi Mobilitas).

Baca juga: 4.706 Kendaraan Diputarbalikkan saat Berusaha Masuk Jateng, Terbanyak di Brebes dan Wonogiri

Baca juga: Cuma Diberi THR Rp 50 Ribu, Alasan Mogok Kerja Ratusan Buruh Pabrik Aksesoris Sepatu di Brebes

Baca juga: Puncak Perayaan Hari Jadi Kabupaten Tegal Ditandai Kirab Pataka, Seluruh Peserta Pakai Masker

Baca juga: Dedy Yon Sidak ASN Pemkot Tegal Pasca Libur Lebaran: Alhamdulillah Berangkat Semua

Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved