Breaking News:

Berita Regional

Bikin Geleng Kepala! Mercon Buatan 10 Pemuda di Blitar Ini Berdiameter 27 Cm, Ada Pesan untuk Mantan

Polres Blitar mengamankan mercon berukuran besar, berdiameter 27,5 sentimeter, saat menggelar razia petasan jelang Idulfitri di wilayah Blitar, Jatim.

Editor: rika irawati
Kompas.com/Dok Polres Blitar
Polres Blitar mengamankan mercon berukuran besar yang ditempeli kertas berisi kata-kata bernada mengelikan bersama ratusan mercon lain dalam razia petasan jelang Idulfitri, Kamis (13/5/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BLITAR - Polres Blitar mengamankan mercon berukuran besar, berdiameter 27,5 sentimeter, saat menggelar razia petasan jelang Idulfitri di wilayah Blitar, Jawa Timur.

Tak hanya berukuran besar, yang membuat polisi geleng kepala, di petasan berukuran tinggi 13 sentimeter itu juga terdapat kertas berisi curahan hati (curhat) untuk mantan pacar.

Mercon tersebut diamankan dari 10 pemuda yang berniat meledakkan mercon secara bersama-sama. Selain satu mercon besar, dari tangan mereka, polisi juga mengamankan ratusan petasan berukuran kecil.

Curhat tersebut ditulis dalam bahasa Jawa, bunyinya: "Dear mantan. Mugo-mugo luputmu lan luputku dilebur koyo mbledose mercon iki!!" (Dear mantan. Semoga kesalahanku dan kesalahanmu dilebur seperti meletusnya mercon ini!!).

Tulisan tersebut sempat dikonfirmasi polisi ke sekelompok pemuda yang akan meledakkannya.

"Kata mereka, bercanda iya, serius juga iya. Katanya, 'siapa sih yang gak punya mantan (kekasih)," ujar Budi, Kepala Sitipol di Polres Blitar, dikutip dari Kompas.com, Sabtu(15/5/2021).

Baca juga: Miris! Setelah Ledakan yang Menewaskan 4 Orang, Warga Ngabean Kebumen Masih Simpan Bubuk Mercon

Baca juga: Lagi, Petasan di Ngabean Kebumen Memakan Korban. 3 Jari Bocah 10 Tahun Retak Kena Petasan Rawit

Baca juga: Penjual Bahan Mercon Maut yang Meledak di Undaan Kudus Jadi Tersangka, Terancam 20 Tahun Penjara

Baca juga: Petasan Maut di Undaan Kudus Tewaskan 1 Orang dan Lukai 3 Remaja, Meledak saat Lubang Sumbu Dibuat

Bagian seriusnya, kata Budi, adalah kata-kata berisi peleburan kesalahan yang itu juga identik dengan momen Lebaran dimana biasanya masyarakat saling bertemu dan saling meminta maaf, melebur kesalahan.

Patungan untuk beli bubuk peledak

Budi mengatakan, sepuluh pemilik ratusan mercon itu patungan membeli bubuk peledak mercon, sumbu, dan kertas.

Mereka lantas mengerjakan pembuatan mercon itu bersama-sama di rumah salah satu di antara mereka.

Para pemuda yang sebagian besar sudah berumah tangga itu berencana menyalakan ratusan mercon itu, persis setelah salat Idulfitri.

Ratusan mercon itu dirangkai sedemikian rupa sehingga sekali sumbu disulut, api akan merembet hingga terjadi letusan beruntun.

"Mercon dengan tempelan tulisan jenaka itu sedianya menjadi 'gong' atau meletus paling keras dan paling akhir," terang Budi.

Ia mengatakan, polisi tidak memproses kasus hukum terhadap mereka.

Para pembuat petasan hanya diminta menandatangani pernyataan tidak akan mengulangi perbuatan serupa dengan diketahui anggota kelurga serta parat desa setempat.

Sementara, Kapolres Blitar AKBP Leonard M Sinambela mengatakan, penindakan tegas terkait kepemilikan mercon dan bubuk peledak mercon, terutama diprioritaskan kepada peracik bubuk mercon dan penjualnya.

Ia mengatakan, ada 800 mercon yang disita polisi selama pengamanan malam takbir dana salat Idulfitri 1442 H di Blitar.

Baca juga: Lebaran Tak Boleh Keluar Rumah, Warga 1 RT di Sumber Solo Di-lockdown setelah 20 Orang Positif Covid

Baca juga: WHO Prediksi Wabah Covid-19 Tahun Ini Lebih Parah, Dipicu Program Vaksinasi yang Turun

Baca juga: Israel Dapat Serangan Balik, 3 Roket Meluncur dari Wilayah Suriah. Perang Dikhawatirkan Meluas

Baca juga: Bocah 2 Tahun Ditemukan Lemas di Alun-alun Sragen, Diduga Korban Penculikan Pengemis

Walaupun polisi sudah melakukan pengamanan, masih banyak warga yang menyalakan petasan atau mercon selama Lebaran.

Berdasarkan pantauan Kompas.com, di wilayah Kecamatan Kanigoro, misalnya, suara petasan hampir tidak henti-hentinya berbunyi sejak subuh hingga setelah pelaksanaan shalat Id, Kamis (13/5/2021) ini.

Sobekan kertas berserakan di banyak lokasi dimana mercon-mercon itu dinyalakan.

"Hiburan setahun sekali, Mas," ujar Basuki, warga Desa Papungan, Kecamatan Kanigoro, saat ditanya alasannya menghabiskan uang jutaan rupiah untuk mercon. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Tulisan Curhatan di Mercon Besar Sitaan dari 10 Pemuda di Blitar, Polisi: Dear Mantan...".

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved