Breaking News:

Larangan Mudik Lebaran

800 Pemudik Sudah Berada di Blora, Kamis Mulai Optimalisasi Pos Penyekatan Perbatasan

Polres Blora mulai melakukan penyekatan selama Operasi Ketupat Candi 2021 di Pos Ketapang perbatasan Blora dengan Bojonegoro, Jawa Timur.

Penulis: Rifqi Gozali
Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/RIFQI GOZALI
Pengecekan perlengkapan Operasi Ketupat Candi 2021 di halaman Mapolres Blora, Rabu (5/5/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BLORA - Sejumlah perantauan asal Blora tercatat sudah ada yang mudik ke kampung halaman.

Berdasarkan data sementara atau per Rabu (5/5/2021), jumlahnya mencapai sekira 800 orang.

“Itu data melalui Bhabinkamtibmas kemudian Kades dan Babinsa."

"Datanya sampai saat ini ada sekira 800 perantau yang masuk atau sudah berada di Blora,” ujar Kapolres Blora AKBP Wiraga Dimas Tama kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (5/5/2021).

Baca juga: Awas Penipuan Gunakan Nama Bupati Blora, Modus Galang Donasi Buat Pondok dan Yayasan

Baca juga: Makin Dimatangkan Pemkab Blora, Rencana Maskapai Wings Air Mendarat di Bandara Ngloram Cepu

Baca juga: Petugas Temukan Kerupuk Mengandung Bahan Kimia Berbahaya di Pasar Jepon Blora, Curiga dari Warna

Baca juga: Kasus Dugaan Korupsi Dana Kunker DPRD Blora, Masih Tunggu Petunjuk Kejati Jateng

AKBP Wiraga mengatakan, kedatangan para pemudik ini menggunakan bermacam moda transportasi.

Ada yang menggunakan kendaraan pribadi, ada juga angkutan umum.

Sementara itu, lanjut AKBP Wiraga, pihaknya akan melakukan penyekatan selama Operasi Ketupat Candi 2021 di Pos Ketapang perbatasan Blora dengan Bojonegoro, Jawa Timur.

Penyekatan itu efektif berlangsung selama operasi mulai 6 sampai 17 Mei 2021.

Penyekatan ini sekaligus menjadi realisasi dari kebijakan larangan mudik.

“Kami ada lima pos pengamanan, terdiri 3 pos pengamanan, 1 pos penyekatan, dan 1 pos pelayanan."

"Tapi kami fokus pada pos penyekatan yang ada di Ketapang, efektif akan dilaksanakan mulai 6 hingga 17 Mei 2021."

"Terkecuali memang ada perpajangan dari pemerintah,” ujar dia.

Sementara, Bupati Blora Arief Rohman menegaskan, bahwa aparatur sipil negara tidak boleh mudik.

Kemudian, dalam kesempatan Idulfitri pun tidak ada open house.

“Kami minta untuk kegiatan-kegiatan yang bersifat kerumunan juga dihindari,” kata Arief. (Rifqi Gozali)

Baca juga: Amankan Idulfitri, Polres Banjarnegara Siapkan 8 Pos Pengamanan

Baca juga: Masih Tradisional di Pemandian Air Panas Pingit Banjarnegara, Dialirkan Gunakan Bambu

Baca juga: 5 Pemuda di Wonosobo Ditangkap Polisi, Jual dan Simpan Bahan Pembuat Petasan

Baca juga: Pengusaha Carica di Dieng Wonosobo Kembali Harus Gigit Jari Tahun Ini, Imbas Larangan Mudik Katanya

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved