Breaking News:

Berita Jawa Tengah

Awas Penipuan Gunakan Nama Bupati Blora, Modus Galang Donasi Buat Pondok dan Yayasan

'Saya dengan bpk H. ARIEF ROHMAN selaku bupati blora mau menggalang donasi berupa uang untuk berbagai yayasan dan pondok'.

TRIBUN BANYUMAS/RIFQI GOZALI
Tangkapan layar japri nomor yang mengatasnamakan Bupati Blora. Tangkapan layar itu diunggah akun resmi Bupati Blora. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BLORA - Nama Bupati Blora Arief Rohman digunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab melakukan aksi penipuan.

Praktiknya menggunakan percakapan jalur pribadi (japri) Whatsapp bernomor 081334462036.

Tampilan foto pada nomor tersebut adalah gambar Arief Rohman memakai baju dinas.

Baca juga: Makin Dimatangkan Pemkab Blora, Rencana Maskapai Wings Air Mendarat di Bandara Ngloram Cepu

Baca juga: Petugas Temukan Kerupuk Mengandung Bahan Kimia Berbahaya di Pasar Jepon Blora, Curiga dari Warna

Baca juga: Kasus Dugaan Korupsi Dana Kunker DPRD Blora, Masih Tunggu Petunjuk Kejati Jateng

Baca juga: MPP Blora Diklaim Tercepat di Indonesia, Rencananya Grand Launching Sebelum Lebaran

Sementara narasi yang disampaikan dalam japri dari nomor itu bertuliskan ‘Saya dengan bpk H. ARIEF ROHMAN selaku bupati blora mau menggalang donasi berupa uang untuk berbagai yayasan dan pondok’.

Belakangan hal itu ditampik oleh Arief Rohman.

Melalui akun Facebook miliknya, japri modus penggalangan donasi uang untuk yayasan maupun pondok tidak dibenarkan.

Arief juga mengunggah tangkapan layar isi japri dari nomor tersebut.

Hati-hati penipuan."

"Pagi tadi ada nomor WA yang tidak dikenal +62813 3446 2036 yang memakai foto saya dan mengenalkan diri sebagai Bupati Blora."

"Tolong jangan ditanggapi, karena itu bukan nomor WA saya,” tulis akun resmi Bupati Blora Arief Rohman, Selasa (4/5/2021).

Bahkan Arief juga mendorong bagi mereka yang telah dirugikan supaya melaporkan kepada pihak berwajib. (Rifqi Gozali)

Baca juga: 400 Pemudik Tiba di Kendal, Catatan Kepolisian Hingga 22 April 2021

Baca juga: Tak Hanya Rusak, Banyak Hydrant yang Tertutup Lapak Pedagang, Hasil Pengecekan Satpolkar Kendal

Baca juga: Enam Pasar Tradisional di Kabupaten Semarang Mulai Terapkan E-Retribusi, Ngesti: Cegah Kebocoran

Baca juga: 13 Perusahaan di Jateng Bakal Cicil Pembayaran THR, Terbanyak Ada di Kota Semarang

Penulis: Rifqi Gozali
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved