Berita Wonosobo

5 Pemuda di Wonosobo Ditangkap Polisi, Jual dan Simpan Bahan Pembuat Petasan

Polres Wonosobo memengungkap kasus jual beli petasan yang marak menjelang Lebaran.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/Istimewa
Polres Wonosobo merilis ungkap kasus jual beli dan kepemilikan bahak peledak petasan di mapolres setempat, Kamis (22/4/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, WONOSOBO - Polres Wonosobo mengungkap kasus jual beli petasan yang marak menjelang Lebaran.

Polisi mulanya menerima informasi akan ada transaksi petasan di daerah Kertek, Jumat (16/4/2021). Mereka lantas menyelidiki dan melakukan pengawasan.

Rupanya, di Jalan Wonosobo Kertek di kampung Campursari, Kelurahan/Kecamatan Kertek, Wonosobo, polisi mendapati dua orang melakukan aktivitas mencurigakan. FP dan NA diketahui hendak bertransaksi jual beli petasan ilegal.

Dari hasil pengembangan, diketahui NA membeli petasan dari WG. Polisi kemudian menuju rumah WG di Desa Jlamprang, Kecamatan Leksono.

Baca juga: Pengusaha Carica di Dieng Wonosobo Kembali Harus Gigit Jari Tahun Ini, Imbas Larangan Mudik Katanya

Baca juga: Kesepakatan Warga Desa Kalimendong Wonosobo, Siapapun Halal Sembelih Ayam yang Lepas dari Kandang

Baca juga: Begini Kronologi Kecelakaan Maut di Kertek Wonosobo, Laju Truk Ekspedisi Mulai Tak Beres di Kalikuto

Baca juga: Masih Polemik, Pengambilan Batu Nisan di Makam Stanagede Wonosobo, Ini Komentar Kadus Mojotengah

Benar saja, di rumah WG, polisi menemukan bubuk petasan, petasan, serta alat-alat untuk memproduksi petasan.

Ketiganya, FP (17), warga Desa Kapencar, Kecamatan Kertek; NA (25), warga Desa Pagerejo, Kecamatan Kertek; dan WA (29), warga Desa Jlamprang, Kecamatan Leksono, Kabupaten Wonosobo, kemudian diterapkan sebagai tersangka.

"Ketiganya dibawa ke Polres Wonosobo untuk dimintai keterangan," kata Kasat reskrim Polres Wonosobo AKP Mochamad Zazid dalam rilis yang diterima, Kamis (22/4/2021).

Dari tangan mereka, polisi menyita sejumlah barang bukti, di antaranya empat renteng petasan merk Leo, sepanjang kurang lebih 1 meter; satu renteng petasan tanpa merk sepanjang sekitar 5 meter; 71 selongsong petasan bahan kertas, diameter 2 sampai 4 cm; serta 6 bungkus plastik berisi obat mercon dengan berat sekitar 1/5 kilogram.

Selain itu, polisi menyita bahan pembuatan mercon lain, semisal potongan kertas, gunting, lem, hingga batang kayu penggulung kertas.

Zazid mengatakan, ketiganya bakal dijerat menggunakan Pasal 1 ayat (1) UU Darurat No 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup, atau hukuman penjara sementara setingi-tingginya 20 tahun.

Di tempat lain, polisi juga menangkap dua orang, DM (25) dan U (17), warga Desa Lamuk, Kecamatan Kalikajar.

Keduanya ditangkap Senin (19/4/2021), di jalan turut Dusun Wediasin, Desa Krasak, Kecamatan Selomerto, Kabaten Wonosobo.

Baca juga: Gudang Kapuk di Kandangmas Kudus Terbakar, Api Diduga dari Petasan

Baca juga: Lolos Penyekatan, Pemudik di Kota Semarang Wajib Jalani Karantina 5 Hari di Rumah Dinas Wali Kota

Baca juga: Dusun Gondang Boyolali Di-lockdown, 36 Warganya Positif Covid-19 Sepulang Piknik

Baca juga: Perjalanan Dalam Negeri Diperketat Mulai 22 April 2021, Ini Syarat bagi Pengguna Kendaraan Umum

Penangkapan keduanya juga berawal dari informasi masyarakat. Saat diamankan, DM dan U hendak menjual petasan ilegal namun calon pembelinya belum datang.

"Setelah itu, keduanya dibawa ke Polres Wonosobo untuk diamankan dan dimintai keterangan," imbuh Zazid.

Dari tangan keduanya, polisi menyita 10 kilogram bubuk bahan peledak yang dibagi menjadi 10 kantong plastik, serta 16 lembar kertas bahan untuk membuat sumbu petasan berukuran masing-masing 50x60 cm.

Keduanya diterapkan tersangka dan dijerat dengan UU Darurat dan terancam hukuman mati, atau penjara seumur hidup atau 20 tahun penjara. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved