Teror Virus Corona

Dusun Gondang Boyolali Di-lockdown, 36 Warganya Positif Covid-19 Sepulang Piknik

Dusun Gondang di Desa Candi, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali, ditutup total (lockdown) setelah 36 warganya dinyatakan positif Covid-19.

Editor: rika irawati
Shutterstock via Kompas.com
Ilustrasi pencegahan corona 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BOYOLALI - Dusun Gondang di Desa Candi, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali, ditutup total (lockdown) setelah 36 warganya dinyatakan positif Covid-19. Mereka merupakan peserta piknik yang digelar dusun setempat.

"Kami sudah komunikasi dengan kepala forum koordinasi pimpinan kecamatan (Forkopimcam), kepala puskesmas, kepala desa, koordinator Dikdas dan LS, ada beberapa kesepakatan lockdown," kata Camat Ampel Dwi Sundarto saat dihubungi Kompas.com, Kamis (22/4/2021).

Semua aktivitas warga dusun tersebut sementara dihentikan guna memutus rantai penyebaran Covid-19.

Begitu juga kegiatan ibadah pada Ramadan 2021 dan uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) dua SD dihentikan sementara.

"Dinas Pendidikan menutup PTM di dua SD, yakni SDN Candi dan SDN 2 Ampel," ungkap dia.

Baca juga: Diguyur Hujan Abu Akibat Erupsi Merapi, Warga Tamansari Boyolali Kesulitan Cari Rumput Pakan Ternak

Baca juga: Positif Covid-19, Lima Santriwati Asal Karanganyar Jalani Isolasi di Asrama Haji Donohudan Boyolali

Baca juga: Semua Guru di Kudus Bakal Terima Vaksin Covid-19, Vaksinasi Ditarget Rampung Juli

Baca juga: Tiga Guru SMAN 1 Gondang Meninggal Akibat Covid-19, Respon Gubernur Jateng: Bukan Karena PTM

Dwi menceritakan, kasus Covid-19 Dusun Gondang bermula ada kegiatan wisata atau piknik yang diikuti 48 warga dusun setempat.

Kegiatan wisata dilaksanakan pada 4 April 2021.

Setelah pulang piknik, tidak ada informasi warga terpapar Covid-19. Namun, satu anggota rombongan yang mengikuti piknik masuk tracing kontak dari tempat kerjanya.

"Ternyata, ada satu orang yang bekerja di pabrik kecamatan sebelah. Ternyata, di pabrik itu sudah kejadian covid, satu anggota rombongan itu kena tracing dari pabrik. Dari pulang piknik, selisih dua hari di swab, hasilnya positif," kata Dwi.

"Bapaknya itu tidak tahu kalau sudah terpapar covid karena berstatus orang tanpa gejala (OTG)," sambung dia.

Karena satu anggota rombongan hasilnya positif Covid-19, akhirnya semua yang ikut piknik masuk tracing kontak.

Sehingga, 48 warga dites swab polymerase chain reaction (PCR).

"Tanggal 12 April 2021 ada 48 orang diswab. Hasilnya keluar tanggal 18 April 2021, ada 36 orang yang positif. 33 orang isolasi mandiri dan 33 orang termasuk induk kasus dirawat di rumah sakit," kata dia.

Dwi menerangkan, semua kebutuhan logistik 33 warga Dusun Gondang yang melaksanakan isolasi mandiri disuplai dari pemerintah setempat melalui Jogo Tonggo.

"Pihak Jogo Tonggo sudah terlibat pemenuhan logistik. Dari desa mengajukan logistik ke Dinsos dan sudah turun," terang Dwi.

Baca juga: Perjalanan Dalam Negeri Diperketat Mulai 22 April 2021, Ini Syarat bagi Pengguna Kendaraan Umum

Baca juga: Aksi Buang Tempe di Pasar Moga Pemalang, Pedagang Protes Bansos Disalurkan Berbentuk Bahan Pangan

Baca juga: Lantik 139 Pejabat Fungsional, Bupati Purbalingga Ingatkan ASN Harus Inovatif dan Kreatif

Baca juga: Polresta Banyumas Gelar Razia Petasan di Seluruh Kecamatan, Imbas Petasan Meletus di Wangon

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved