Breaking News:

Penanganan Corona

Lolos Penyekatan, Pemudik di Kota Semarang Wajib Jalani Karantina 5 Hari di Rumah Dinas Wali Kota

Pemerintah Kota Semarang bakal mengarantina lima hari bagi pemudik yang lolos penyekatan.

Kompas.com
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi(KOMPAS.com/RISKA FARASONALIA) 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Pemerintah Kota Semarang bakal mengarantina lima hari bagi pemudik yang lolos penyekatan. Sesuai kebijakan pemerintah pusat, kebijakan larangan mudik di Kota Semarang berlaku 6-17 Mei.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan, dia juga telah membuat surat edaran melarang aparatur sipil negara (ASN) mudik pada tanggal tersebut.

"Kebijakan yang mengatakan melarang mudik, kami amankan. Kami persiapkan sanksi-sanksi bagi ASN yang tetap mudik. Kami juga sudah siapkan ruang karantina bagi warga dari luar (kota)," papar Hendi, sapaannya, Kamis (22/4/2021).

Baca juga: Tak Ada Lagi Negosiasi, Tim Appraisal Nyatakan Harga Tanah Terdampak Tol Semarang-Demak Sudah Final

Baca juga: Cemburu Dapat Kabar Istri Siri Didekati Pria Lain, Pemuda di Ngaliyan Semarang Tusuk Tetangga

Baca juga: Dinkes Kota Semarang Buka Layanan Vaksinasi Covid Sistem Drive Thru, Ini Syarat dan Cara Menerimanya

Baca juga: 9 Anak Terciduk saat Akan Tawuran di Tembalang Semarang, Bawa Batu dan Sabuk Berujung Besi

Hendi menjelaskan, Pemerintah Kota Semarang mewajibkan warga dari luar kota yang lolos penyekatan melakukan karantina di rumah dinas Wali Kota Semarang.

Bahkan, pihaknya sudah memikirkan untuk membuka ruang karantina baru di gedung diklat.

"Kami sudah pikirkan itu. Misal, karantina di rumah dinas 5x24 jam, kami sudah siapkan," ucapnya.

Kewajiban melakukan karantina, lanjut Hendi, juga berlaku bagi pelaku perjalanan yang melakukan mudik lebih awal.

Dia meminta para pemudik awal tidak langsung tinggal di kampung yang dituju guna mengantisipasi penyebaran Covid-19.

"Kalau hari ini mudik, harus karantina, jangan langsung masuk ke kampung. Harus punya surat keterangan sehat. Kami siapkan karantina di rumah dinas. Kalau mau karantina di tempat lain boleh tapi jangan di kampung itu," pinta Hendi. (*)

Baca juga: Dusun Gondang Boyolali Di-lockdown, 36 Warganya Positif Covid-19 Sepulang Piknik

Baca juga: Perjalanan Dalam Negeri Diperketat Mulai 22 April 2021, Ini Syarat bagi Pengguna Kendaraan Umum

Baca juga: Aksi Buang Tempe di Pasar Moga Pemalang, Pedagang Protes Bansos Disalurkan Berbentuk Bahan Pangan

Baca juga: Lantik 139 Pejabat Fungsional, Bupati Purbalingga Ingatkan ASN Harus Inovatif dan Kreatif

Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved