Breaking News:

Berita Viral

Viral Bocah 12 Tahun Sopiri Truk Peti Kemas, Ini Kata Asosiasi Pengusaha Truk Jateng DIY

Asosiasi Pengusahaa Truk Indonesia (Aptrindo) Jateng-DIY angkat suara terkait bocah 12 tahun mengemudikan truk trailer di jalan tol.

DOKUMENTASI KEMENHUB
ILUSTRASI TRUK. Truk melintas saat uji coba jembatan timbang Weigh-In-Motion (WIM) di Jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 9, Minggu (22/9/2019). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Belum lama ini, video seorang bocah berumur 12 tahun mengendarai truk melintas di satu ruas jalan tol, viral.

Dalam video tersebut, si bocah mengaku sedang menuju Tasikmalaya.

Sembari mengemudikan truk yang tengah membawa angkutan peti kemas, dia juga sempat menghisap rokok.

Polisi mengungkap, peristiwa tersebut terjadi di tol Cikampek tersebut. Meskipun ditangkap namun bocah tersebut tidak ditilang polisi lantaran di bawah umur. Polisi hanya melakukan pembinaan.

Hasil penelusuran, bocah tersebut merupakan pendamping sopir yang diminta menggantikan menyetir lantaran sopir kelelahan dan mengantuk.

Heboh Bocah 12 Tahun Nyetir Truk Kontainer Sendirian

Baca juga: Teror Atlet Lempar Batu Jalanan Sasar Truk Masih Marak, Ini Analisa Aptrindo Terkait Pemicu

Baca juga: Sopir dan Kernet Jasa Logistik Harus Bayar Rapid Antigen Keluar Masuk Banyumas, Aptrindo Keberatan

Kejadian ini membuat Asosiasi Pengusahaa Truk Indonesia (Aptrindo) dari pusat hingga daerah angkat suara.

Mereka menegaskan, tidak pernah melakukan kesepakatan kerja dengan orang-orang yang tidak mempunyai SIM B1 atau B2 Umum, apalagi dengan anak-anak di bawah umur.

"Semua yang terjadi di Aptrindo adalah legal dan semua anggotanya memiliki izin usaha resmi. Perusahaan truk hanya melakukan kesepakatan kerja dengan pengemudi berlisensi saja (SIM)," kata Wakil Ketua Aptrindo Jateng-DIY, Bambang Widjanarko, Minggu (2/5/2021).

Ketika ditanya apakah pengusaha truk juga melakukan kesepakatan dengan pendamping sopir atau kernet, Bambang mengatakan, perusahaan truk tidak ada urusan dengan kernet.

Mereka biasanya dipilih pengemudi untuk menemani sepanjang perjalanan.

"Maka, ada pengemudi yang berjalan tanpa kernet atau dikerneti oleh istrinya. Pokoknya, pengemudi memilih sendiri partner perjalanannya," jelas pria asal Purwokerto ini.

Menurutnya, perusahaan memang bisa memantau pergerakan truk melalui GPS namun tidak bisa mengetahui siapa yang mengemudikan.

"Selama ini, jika terjadi penyelewengan, misalnya sepanjang jalan ternyata truk dikemudikan orang lain selain pengemudi yang terdaftar, kalau ketahuan pasti akan disanksi perusahaan atau bahkan pemutusan kesepakatan kerjasama," tandasnya.

Baca juga: Cegah Kerumunan, Warga Kebumen Dilarang Gelar Hajatan hingga H+7 Lebaran

Baca juga: Fabio Quartararo Gagal Naik Podium, Berikut Klasemen Pembalap MotoGP 2021. Rossi di Posisi Buncit

Baca juga: Harga Emas Antam di Pegadaian Pagi Ini, Senin 3 Mei 2021 Rp 962.000 Per Gram

Baca juga: JADWAL Salat dan Buka Puasa Ramadan Hari Ke-21 di Purbalingga, 3 Mei 2021

Sayangnya, lanjut dia, penyelewengan tersebut akan ketahuan saat terjadi kecelakaan atau peristiwa pembegalan/perampokan. Serta kejadian lain, seperti halnya yang viral kali ini.

"Jadi, sebenarnya, perusahaan tidak mengetahui hal ini. Karena tidak mungkin perusahaan akan memberikan truk kepada yang belum usia matang dan belum bisa bertanggung jawab secara dewasa," imbuhnya. (*)

Penulis: mamdukh adi priyanto
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved