Breaking News:

Penanganan Corona

Muncul Klaster Tarawih di Dua Desa, Bupati Banyumas: Kami Paham Karena Masyarakat Sudah Jenuh

Penambahan kasus Covid-19 muncul dari klaster tarawih, tepatnya di Desa Pekaja, dan Kecamatan Kalibagor, serta Desa Tanggeran, Kecamatan Somagede.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: deni setiawan

"Warga desa sekitar sudah diberikan edukasi untuk tarawih di rumah mereka masing-masing." 

"Masalahnya di lapangan itu ada kelompok jamaah tertentu yang berpindah masjid ke wilayah lain."

"Sehingga tracking berkembang ke masjid wilayah lain," ungkap Sadiyanto kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (30/4/2021). 

Terkait lemahnya penegakan prokes pada saat salat tarawih, diakui oleh warga setempat, yaitu Iqro (40) warga RT 02 RW 02, Desa Pekaja.

Dia mengatakan, selama ini banyak warga tidak pakai masker saat salat tarawih berjamaah. 

"Kalau jarak sebenarnya diatur, tapi kalau pakai masker sepertinya banyak warga acuh dan tidak pakai saat salat tarawih berjamaah," katanya. 

Sementara itu Bupati Banyumas, Achmad Husein terus mengingatkan agar warga patuh prokes. 

"Operasi masker kami tingkatkan lagi, walau kami paham masyarakat sudah jenuh."

"Sehingga tracing kami percepat dan perluas serta tetap jaga komorbid," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (30/4/2021). 

Menurut Husein, kesadaran masyarakat menjadi solusi paling ampuh mencegah penyebaran Covid-19. (Permata Putra Sejati)

Halaman
123
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved