Breaking News:

Duka KRI Nanggala 402

Menhan Prabowo Subianto Juga Berduka, Ternyata Putra Sepupunya Adalah Prajurit KRI Nanggala 402

Saudara Prabowo bernama Letda Laut (T) Rhesa Tri Sigar yang merupakan prajurit KRI Nanggala 402 turut gugur bersama 52 personel kapal selam lainnya.

Editor: deni setiawan
ISTIMEWA
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto saat bertandang ke kediaman almarhum Letnan Dua (Letda) Laut (T) Rhesa Tri Sigar, salah satu personil KRI Nanggala-402, yang telah dinyatakan gugur, Senin (26/4/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Peristiwa tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala 402 di Perairan Bali ternyata menyisakan duka mendalam bagi Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto.

Sebab, saudara Prabowo bernama Letda Laut (T) Rhesa Tri Sigar yang merupakan prajurit KRI Nanggala 402 turut gugur bersama 52 personel kapal selam lainnya.

Baca juga: Zero Penumpang Mulai Diberlakukan di Pelabuhan Kendal, KMP Kalibodri Off Hingga Akhir April 2021

Baca juga: Ekskavasi Tahap Pertama Rampung, Candi Boto Tumpang di Kendal Ditimbun Tanah Lagi. Ini Tujuannya

Baca juga: Guru dan Siswa Terpapar Covid-19, Wali Kota Semarang: Dipastikan Bukan Karena Uji Coba PTM

Baca juga: Wali Kota Semarang Sidak Kantor Kelurahan Muktiharjo Kidul, Minta Kembalikan Uang Pungli Rp 300 Ribu

Belakangan diketahui Rhesa merupakan putra sepupu Prabowo, yakni Letkol Godfried Sigar yang juga gugur di medan tugas di Timor Timur pada 4 Juni 1998.

"(Rhesa) putra dari sepupu saya, Letkol Godfried Sigar, Kasi Operasi Korem 164 Wira Dharma Dili, yang juga gugur di Timor Timur pada 4 Juni 1998," ujar Prabowo dalam akun Instagram pribadinya, @prabowo, Senin (26/4/2021).

Pada Minggu (25/4/2021) malam, Prabowo telah mengunjungi rumah kediaman Rhesa di Surabaya, Jawa Timur.

Dia bertemu Ibunda Rhesa, Indah Wahyu Arini Retno Utami dan sang kakak, Kapten Inf Julius Sigar.

Prabowo menyatakan akan selalu mengenang jasa Rhesa.

"Kami sekeluarga akan selalu mengenang jasamu bagi Indonesia tercinta."

"Engkau akan selalu hidup di dalam semangat kami," ucap Prabowo.

Kapal selam buatan Jerman pada 1977 itu hilang kontak di Perairan Bali, Rabu (21/4/2021).

Tim SAR gabungan kemudian melakukan pencarian besar-besaran, termasuk dengan mendatangkan bantuan dari luar negeri.

Pada Minggu (25/4/2021), KRI Nanggala 402 dinyatakan berstatus subsunk (tenggalam) di kedalaman 853 meter.

Hingga kini, tim SAR masih terus berusaha untuk mengangkat bangkai kapal ke permukaan.

Rencananya, 53 jenazah personel KRI Nanggala 402 akan dievakuasi ke Surabaya, Jawa Timur. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Saudara Menhan Prabowo Subianto Ternyata Turut Gugur dalam KRI Nanggala-402"

Baca juga: Disdik Blora: Masih Ada Orangtua Siswa Tidak Setuju Digelar PTM, Solusinya Blended Learning

Baca juga: Tanah Liat Disulap Jadi Cemilan, Orang Menyebutnya Ampo, Kuliner Jadul Asal Blora

Baca juga: Gubernur Ganjar Pranowo Ikut Berduka, Informasi Ada Lima Prajurit KRI Nanggala-402 Asal Jateng

Baca juga: Diizinkan Sekolah Tambah Kelas, Jateng Gelar Uji Coba PTM Tahap Kedua, Berlangsung Hingga 7 Mei 2021

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved