Breaking News:

Ramadan 2021

Ajak Warga Hidupkan Ibadah di Masjid, Bupati Cilacap: Tapi, Mengaji dan Belajar Kitab Harus Ada Guru

Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji berharap masyarakat menghidupkan lagi budaya beribadah di masjid selama Ramadan.

Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/Istimewa
Bupati Tatto Suwarto Pamuji mengisi ceramah tarawih berjemaah di Musala Ni’matul Iman di Kecamatan Karangpucung, Cilacap, Senin (26/4/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji berharap masyarakat menghidupkan lagi budaya beribadah di masjid selama Ramadan setelah pemerintah memperbolehkan kegiatan ibadah berjemaah di tengah pandemi Covid-19.

Tatto juga meminta warga mengaji dan belajar kita di masjid. Namun, harus didampingi guru yang mumpuni.

Pernyataan tersebut disampaikan Tatto seusai mengikuti salat tarawih berjemaah di mushola Ni’matul Iman, Kecamatan Karangpucung, Cilacap, Senin (26/4/2021).

Baca juga: Peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana 2021, Catatan BNPB: Wilayah Pesisir Cilacap Rawan Tsunami

Baca juga: Agus Prasetyo DW Jadi Anggota PAW DPRD Jateng, Politikus Nasdem Dapil Banyumas dan Cilacap

Baca juga: Awas! Penipuan Menggunakan Nama Wakil Bupati Cilacap Terjadi Lagi, Minta Korban Transfer Uang

Baca juga: Jalur Karangpucung-Majenang Cilacap Amblas 4 Meter, Lalu Lintas dari dan ke Jabar Sempat Tersendat

Bupati juga menyampaikan, tarawih keliling yang dilakukannya merupakan salah satu cara mengajak masyarakat lebih rajin ke masjid.

"Saya bersosialisasi ke masjid-masjid lewat tarhim keliling selama bulan Ramadan, bahwa masjid harus dihidupkan lagi. Saya melihat penerapan physical distancing sudah, cuci tangan sudah, pakai masker sudah. Sehingga, beribadah ke masjid sudah aman serta khusyuk dan tawadhu karena protokol kesehatan sudah dijalankan," ujarnya dalam rilis yang diterima Tribunbanyumas.com, Selasa (26/4/2021).

Bupati mengatakan, dengan sering mengaji di masjid, maka akan meningkatkan pengetahuan dan menciptakan pemikiran-pemikiran yang hebat.

Namun, mengaji di masjid harus dengan dasar yang kuat dan belajar dari guru agar dapat mengajarkan agama secara benar, sesuai syariat Islam.

"Tidak ada alumni masjid menjadi radikalisme, intoleran, teroris, karena mereka belajar agama ada gurunya. Ada yang membimbing sehingga arahnya pun jelas," ujarnya.

"Jadi, jangan sampai belajar mengaji, belajar kitab tanpa guru, itu sama saja dengan meminum obat tanpa resep," kata dia. (Tribunbanyumas/jti)

Baca juga: Bisa Segarkan Tenggorokan saat Berbuka Puasa, Ini Resep Agar-agar Hunkwe Kacang Merah

Baca juga: 5 Berita Populer: Pungli di Kelurahan Muktiharjo Semarang-5 Prajurit asal Jateng di KRI Nanggala 402

Baca juga: Praktik Esek-esek di Pemalang Tetap Buka saat Ramadan, Aini: Pintunya Saja yang Tutup, Layanan Jalan

Baca juga: Dipanggil Satpol PP untuk Klarifikasi Pernyataan, DPRD Kudus Meradang

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved