Breaking News:

Berita Pemalang

Praktik Esek-esek di Pemalang Tetap Buka saat Ramadan, Aini: Pintunya Saja yang Tutup, Layanan Jalan

Sejumlah PSK di Kabupaten Pemalang tetap melayani pria hidung belang meski Pemkab Pemalang melarang tempat hiburan dan panti pijat beroperasi.

Penulis: budi susanto | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/BUDI SUSANTO
Panti pijat di Kabupaten Pemalang, tepatnya di Jalan Pantura Tegal-Pemalang, nampak tutup, saat bulan Ramadan, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PEMALANG - Sejumlah wanita penjaja seks komersial (PSK) di Kabupaten Pemalang tetap melayani pria hidung belang meski Pemkab Pemalang melarang tempat hiburan dan panti pijat beroperasi selama Ramadan.

Mereka beroperasi secara sembunyi-sembunyi. Modusnya, menutup pintu tempat pijat esek-esek tetapi membiarkan kegiatan di dalam rumah tetap berjalan.

Padahal, sesuai aturan Pemkab Pemalang, tempat hiburan dan panti pijat harus tutup hingga H+3 Lebaran.

Seperti dituturkan Aini, satu di antara wanita penghibur yang biasa mangkal di wilayah Kecamatan Ulujami, Pemalang.

"Ya tutup, tapi kan pintunya, pelayanannya masih buka dong. Meski secara sembunyi-sembunyi," ucapnya, Senin (26/4/2021).

Baca juga: Diingatkan Lagi, Tempat Pijat dan Karaoke di Pemalang Dilarang Beroperasi Hingga H+3 Lebaran

Baca juga: Aksi Buang Tempe di Pasar Moga Pemalang, Pedagang Protes Bansos Disalurkan Berbentuk Bahan Pangan

Baca juga: Pemkab Pemalang Kucurkan Rp 1 Miliar Buat Penggerak Agama, Mansur: Mereka Juga Terdampak Pandemi

Baca juga: Pemberian THR Karyawan di Pemalang, Disnaker: Perusahaan Boleh Nyicil Hingga Akhir Tahun

Tak hanya malam hari, bahkan, Aini juga meladeni pelanggan yang datang pada siang hari meski di bulan Ramadan.

Menyoal aturan pelarangan yang diterbitkan Pemkab Pemalang, Aini sebenarnya mengetahui.

"Saya tahu, beberapa waktu lalu, tempat ini juga kena razia. Bahkan, sejumlah minuman keras milik papi (mucikari) saya dibawa petugas. Kalau tidak salah, totalnya sampai Rp 1,6 juta," ucapnya.

Ia pun sempat terjaring razia namun Aini beralasan, ia warga sekitar dan menunjukan KTP.

"Kan benar, saya warga sekitar, KTP saya juga daerah sini. Jadi, bisa lolos waktu diperiksa petugas," katanya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved