Breaking News:

Berita Semarang

Kena Tilang di Kota Semarang? Klik Etilang.id, SIM dan STNK Bakal Diantar ke Rumah

Kejari Kota Semarang membuat terobosan baru lewat "Talang Tantri" atau Pengantaran Tilang Tanpa Antri, Jumat (23/4/2021).

TRIBUNBANYUMAS/Ist
Kajari Kota Semarang Transiswara Adhi bersama CEO PT Cakrawala Nusantara Saiful Bahtiar meluncurkan aplikasi Talang Tantri atau Pengantaran Tilang Tanpa Antri di Kantor Kejari Kota Semarang, Jumat (23/4/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Semarang membuat terobosan baru lewat "Talang Tantri" atau Pengantaran Tilang Tanpa Antri yang diluncurkan di Kantor Kejari Kota Semarang, Jumat (23/4/2021).

Aplikasi Talang Tantri dapat diakses masyarakat melalui playstore.

Melalui aplikasi tersebut, masyarakat yang akan melakukan pengurusan tilang kendaraan bermotor tak perlu lagi mengantre untuk mengambil SIM atau STNK yang dijadikan barang bukti tilang.

Untuk mengembangkan aplikasi tersebut, Kejari Kota Semarang menggandeng pengembang software PT Melayani Cakrawala Nusantara sehingga terciptalah e-tilang.id

"Program kita yang terbaru, karena sebelumnya kami yang sudah bekerjasama dengan kantor Pos untuk areanya hanya di Semarang saja, sekarang sudah bisa di seluruh Indonesia. Lewat aplikasi ini, masyarakat yang mau ambil tilang di Kota Semarang, kini hanya mengurus melalui ponsel sehingga tak perlu antre," kata Kajari Kota Semarang, Transiswara Adhi.

Baca juga: 450 Pengendara Kena Tilang Elektronik di Kudus, Mayoritas Tak Pakai Helm dan Berboncengan Tiga

Baca juga: 14 Pelanggar Lalu Lintas di Batang Dapat Surat Tilang Elektronik, Mayoritas Pemotor Tak Pakai Helm

Baca juga: Catatan Satlantas Polres Kendal: Sepakn Sudah Ada 13 Pelanggar Melalui Sistem Tilang Elektronik

Baca juga: Empat Pengendara Kena Tilang Elektronik, Parkir di Jalan Pancasila Kota Tegal

Transiswara menjelaskan, lewat aplikasi ini, pemilik kendaraan yang terkena tilang di Semarang tidak perlu lagi mengurus ke Kota Semarang dan harus mengantre saat mengambil barang bukti tilang.

"Misalkan ditilang di sini (Semarang--red) dan rumahnya di Yogya, (barang bukti tilang_ nanti bisa diantarkan ke Yogya, bahkan di seluruh Indonesia. biayanya sama, jauh dekat, Rp 25 ribu. Ini pertama kali di Indonesia," jelas Transiswara.

Didampingi Kasi Pidum Edy Budianto dan Kasi Intelijen Subagyo Gigih Wijaya, Transiswara menuturkan, untuk memanfaatkan aplikasi Talang Tantri, masyarakat cukup mengklik https://etilang.id/.

Didalamnya, masyarakat diminta mengunggah bukti bayar denda hingga bukti tilang.

"Masyarakat tinggal membayar denda tilang di bank terdekat, ambil handphone, buka webnya etilang.id, selanjutnya unggah bukti pembayaran dan tinggal tunggu barang bukti tilang Anda sampai di rumah," paparnya.

Kasi Pidum Kejari Kota Semarang Edy Budianto menambahkan, keberadaan Talang Tantri ini akan menjadi salah satu indikator meningkatnya kualitas pelayanan publik sebagaimana Peraturan Menpan RB tentang pedoman pembangunan zona integritas menuju wilayah bebas korupsi (WBK) dan wilayah birokrasi bersih melayani (WBBM).

Yakni, budaya pelayanan prima dengan adanya inovasi pelayanan, yang bertujuan menjawab kebutuhan masyarakat dalam menyelesaikan permasalahan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam memanfaatkan teknologi informasi sebagai trigger.

Baca juga: 25 Warga Sampangan Semarang Positif Covid, Pulang Takziah Lanjut Rekreasi ke Temanggung

Baca juga: Pemudik di Banyumas Bakal Dikarantina, Biaya Selama Isolasi Ditanggung Pribadi

Baca juga: Lobi Lion Air Group Layani Halim-Blora, Bupati Arief Berharap Bandara Ngloram Segera Beroperasi

Baca juga: Jalan Pucang-Jenggawur Banjarnegara Sudah Mulus, Akses ke Pekalongan dan Dieng Diharapkan Lancar

"Apalagi, Kota Semarang sebagai salah satu kota besar di Indonesia, tentu berpotensi terjadi peningkatan pelanggaran lalu lintas setiap tahunnya. Maka dari itu, kami barengi dengan peningkatan layanan dalam hal pengambilan barang bukti tilang kepada masyarakat," imbuhnya.

CEO PT Cakrawala Nusantara Saiful Bahtiar menyatakan, selain dimudahkan dengan layanan pengantaran sampai ke rumah, dalam aplikasi ini, masyarakat diuntungkan juga dengan fitur monitoring progres dari pengiriman barang bukti tilang.

"Mereka bisa memonitoring dari awal proses permohonan, pembayaran, hingga sampai mana sih barang saya. Ini kelebihan yang kami tawarkan sehingga mendorong layanan publik yang prima," ucapnya. (*)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved