Breaking News:

Teror Virus Corona

Update Kasus Covid di Banyumas 19 April 2021: Dua Hari Angka Kematian Nol

Kasus Covid-19 di Banyumas melandai selama Ramadan pekan pertama. Bahkan, selama dua hari berturut-turut, tak ada kasus kematian yang tercatat.

TRIBUNBANYUMAS/PERMATA PUTRA SEJATI
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas Sadiyanto saat ditemui di Pendopo Si Panji Purwokerto, Senin (19/4/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Kasus Covid-19 di Banyumas melandai selama Ramadan pekan pertama. Bahkan, selama dua hari berturut-turut, tak ada kasus kematian yang tercatat.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Banyumas Sadiyanto di Pendopo Si Panji Purwokerto, Senin (19/4/2021).

"Dua hari kemarin, nol kasus kematian. Sampai 19 April 2021, kasus kematian jumlahnya 19 orang. Kalau di rata-rata, sehari satu kasus," jelasanya.

Berdasarkan data, angka kematian tertinggi terjadi pada Desember 2020, yaitu sebanyak 138 kasus. Kemudian, di Januari, 135 kasus; Februari, 71 kasus; dan Maret, 27 kasus.

"Memang, trend angka kematian turun. Namun, kasus positif masih tetap ada karena kita lakukan tracing, positif banyak tapi kematian kecil," ungkapnya.

Baca juga: Seruduk Dua Motor di Sumbang Banyumas, Mobil Yaris Oleng dan Terbalik

Baca juga: JADWAL Salat dan Buka Puasa Hari Ketujuh Ramadan di Banyumas, 19 April 2021

Baca juga: Mengintip Sejarah Masjid Tertua di Banyumas, Warga Menyebutnya Saka Tunggal, Dibangun 1288 Masehi

Baca juga: Warga Miskin di Banyumas Dapat Paket Sembako, Diantar Babinsa dan Babinkamtibmas Langsung ke Rumah

Masuk di bulan puasa ini, dimana pelonggaran dilakukan di sana-sini, Satgas Covid-19 terus memberikan imbauan mengenai prokes kepada para jemaah salat tarawih.

Misalnya, khotbah tidak terlalu lama, jaga jarak, serta tetap memakai masker.

Terkait larangan mudik, pemkab juga telah mengantisipasi agar para pemudik yang berhasil menerobos tidak masuk ke rumah terlebih dahulu.

Mereka yang lolos akan dikaratina di GOR Satria, terutama pemudik dari luar wilayah karesidenan Banyumas.

Bagi pemudik yang berada di sekitar Banyumas, akan disarankan diawasi pihak desa dan karantina mandiri di rumah.

"Para pemudik yang tidak mempunyai surat keterangan negatif Covid-19 maka akan diwajibkan mengikuti tes dulu. Yang tidak mampu, akan dibantu pemerintah daerah, sementara yang mampu tetap bayar," ungkapnya.

Sadiyanto mengatakan, meskipun hasilnya negatif, Satgas tingkat RT akan tetap mengawasi pemudik tersebut selama lima hari, agar tidak kemana-mana dan menjalani isolasi mandiri di rumah.

Baca juga: Jalur Karangpucung-Majenang Cilacap Amblas 4 Meter, Lalu Lintas dari dan ke Jabar Sempat Tersendat

Baca juga: 7 Guru di Sragen Positif Covid dan 2 Meninggal, Uji Coba Sekolah Tatap Muka Dihentikan

Baca juga: 5 Berita Populer: Kekhawatiran DPD atas Bandara JB Soedirman Purbalingga-Manfaat Porang Menurut IPB

Baca juga: Disiplin Warga Pakai Masker Mulai Kendor, Tiga Kelurahan di Salatiga Berstatus Zona Merah Covid-19

Sementara itu, terkait kebijakan vaksinasi di malam hari, saat ini, di Banyumas sudah berjalan, semisal di puskesmas di Purwokerto dan beberapa kecamatan, seperti Purwojati.

"Vaksin malam sudah berjalan. Silakan Puskesmas mengatur agar bisa dilakukan di malam hari, jika siang hari tidak bisa dilakukan. Misal, sepekan dua kali atau tiga kali pelayanan vaksin setelah taraweh," ujarnya.

Sampai hari ini, total warga Banyumas yang sudah tervaksin adalah 54 ribu, terdiri dari para tenaga kesehatan, nakes, lansia, dan pelayanan umum. (Tribunbanyumas/jti)

Penulis: Permata Putra Sejati
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved