Berita Jawa Tengah
Penjual Cilok Nyentrik di Blora, Masdi Kenakan Setelan Jas Berdasi Ala Pejabat Pemerintahan
Penampilan yang kelewat rapi untuk ukuran penjual pentol menjadi alasan tersendiri bagi orang untuk membeli dan sekadar menjawab penasarannya.
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, BLORA - Berbeda dengan penjual pentol atau cilok pada umumnya, Masdi tampil necis (nyentrik) menggunakan setelan jas lengkap dan dasi plus peci.
Mata pencahariannya sehari-hari memang sebagai penjual pentol.
Namun apa boleh buat, penampilannya tidak mau kalah dengan para pejabat pada umumnya.
Baca juga: 160 SD Sudah Mulai Gelar Pembelajaran Tatap Muka, Disdik Blora: Sudah Seizin Bupati
Baca juga: Seleksi Perangkat Desa Diprotes, Diduga Ada Kecurangan, Ini Tuntutan Warga Kedungtuban Blora
Baca juga: Utang ke PT Sarana Multi Infrastruktur, Solusi Terakhir Perbaikan Jalan di Blora
Masdi bisa dikatakan senior dalam urusan pentol.
Terhitung sudah 31 tahun dia berjualan pentol.
Wilayah teritorial jualannya adalah sebagian Grobogan dan Blora.
Bahkan, sesekali dia merangsek ke wilayah Bojonegoro, Tuban, maupun Rembang untuk menjajakan pentolnya.
Saking seniornya dalam urusan pentol, acapkali orang di sekelilingnya memanggil Masdi Pentol.
Lelaki kelahiran 1969 ini memulai karirnya sebagai penjual pentol sejak 1990.
Idenya untuk berjualan pentol itu muncul saat dia merantau di Ibukota, Jakarta.
"Pentol ini saya terinspirasi dari cilok yang khas Jawa Barat."
"Saat merantau di Jakarta dan sekitarnya seringkali ada yang jualan cilok, saya berpikiran untuk jualan di kampung halaman," ujar lelaki asal Dusun Kedungjati, Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus, Grobogan ini kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (8/4/2021).
Awal mula dia jual pentol tidak lantas mengenakan jas lengkap dan dasi.
Pikiran untuk tampil beda nan necis itu muncul 10 tahun terakhir.
Benar saja, saat dia melunasi apa yang dipikirkannya, Masdi selalu menjadi pusat perhatian saat jualan.