Berita Politik
Banyak Kader Partai Demokrat "Terpapar" Kubu Moeldoko, AHY: Yang Jahat Itu Mereka
Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengaku, saat ini, fokus mengurusi para kader yang setia dan solid.
Penulis: M Nafiul Haris | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, UNGARAN - Banyaknya kader Partai Demokrat yang turut hadir dalam Kongres Luar Biasa (KLB) di Deli Serdang, beberapa waktu lalu, dan menyetujui Moeldoko sebagai ketua umum, dinilai suatu hal yang wajar.
Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengaku, saat ini, fokus mengurusi para kader yang setia dan solid, pascaditolaknya Partai Demokrat hasil KLB, oleh pemerintah.
"Jadi, sekarang, saya lebih fokus pada jumlah berapa kader yang solid ketimbang yang terpapar (Kubu Moeldoko). Mereka para petarung yang istimewa," ucap AHY saat konsolidasi bersama DPD Partai Demokrat Jateng, di Basecamp Mawar, Gunung Ungaran, Kabupaten Semarang, Minggu (4/4/2021).
"Tapi, sangat wajar kalau ada kader punya motif lain, sakit hati maupun kecewa pada organisasinya, dalam politik itu wajar," imbuh dia.
Baca juga: Pemerintah Tolak Demokrat KLB, Demokrat Jateng: Terima Kasih Pemerintah, Sudah Berlaku Adil
Baca juga: 14 Kader Partai Demokrat di Jateng Terancam Dipecat, Terindikasi Ikut KLB di Deli Serdang
Baca juga: ASN Kecamatan Gembong Minta Maaf Kepada Kader Demokrat Pati, Unggah Status Cikeas Dinasti Korup
Baca juga: Waspadai Munculnya Pengurus Tandingan, DPD Partai Demokrat Jateng Datangi Kemenkumham
Menurut AHY, adanya gejolak perbedaan kepentingan maupun prinsip, dalam organisasi, dinilai sebagai hal yang sehat.
Ia menambahkan, sampai sejauh ini, telah ada tujuh orang dipecat karena menjadi aktor utama kegiatan KLB di Deli Serdang.
"Tetapi, yang jahat itu mereka. Karena ada kader yang dihasut, diintimidasi, diiming-imingi, bahkan ditipu. Sehingga, ada orang yang tergoda karena lagi butuh, keadaan sedang susah, itu yang saya maklumi," katanya.
Dia menyatakan, pascaditolaknya Partai Demokrat kubu Moeldoko, tim hukum Partai Demokrat akan terus melakukan pengawalan.
Hal tersebut dianggap bukan semata hanya perjuangan politik tetapi juga hukum.
AHY menegaskan, karena dari semua aspeknya, KLB Demokrat kubu Moeldoko tidak ada yang memenuhi syarat dan mekanisme pemilihan, misalnya AD-ART. Begitu pula persetujuan oleh 2/3 DPD serta Ketua Majelis Tinggi Partai (MTP).
"Tapi, bagaimanapun, kami menyiapkan tim hukum yang solid. Semua bukti kami miliki, seperti SK. Tapi, lagi-lagi, ini politik, kami tidak takut atas segala hal dan siap menjawab apapun," ujarnya. (*)
Baca juga: 5 Hari setelah Divaksin, Komandan Brimob Polda Maluku Meninggal. Hasil Swab Positif Covid-19
Baca juga: Guru SD di Bengkulu Tanam Ganja: Ditumpang Sari dengan Tanaman Cabai, Beralasan Usir Hama
Baca juga: Hujan Angin Landa Sleman Yogyakarta, Pohon dan Baliho Bertumbangan
Baca juga: Terjunkan 7 Atlet Wushu di Popda Jateng, Kudus Targetkan Gondol 1 Perunggu
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/ketum-partai-demokrat-agus-harimurti-yudhoyono-di-basecamp-mawar-gunung-ungaran.jpg)