Sabtu, 16 Mei 2026

Berita Regional

5 Hari setelah Divaksin, Komandan Brimob Polda Maluku Meninggal. Hasil Swab Positif Covid-19

Komanda Kompi Batalion A Brimob Polda Maluku, Iptu LT, meninggal dunia setelah lima hari disuntik vaksin Covid-19 AstraZeneca, Minggu (4/4/2021) pagi.

Tayang:
Editor: rika irawati
Shutterstock via Kompas.com
Ilustrasi pasien Covid-19 

TRIBUNBANYUMAS.COM, AMBON - Komanda Kompi Batalion A Brimob Polda Maluku, Iptu LT, meninggal dunia setelah lima hari disuntik vaksin Covid-19 AstraZeneca, Minggu (4/4/2021) pagi.

Almarhum merupakan peserta vaksinasi massal di lapangan upacara Polda Maluku di kawasan Tantui pada Selasa (30/3/2021), pekan kemarin.

Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Muhamad Roem Ohoirat mengatakan, sebelum Iptu LT meninggal, istri almarhum sempat melihat suaminya itu terbaring di sofa dalam kondisi lemas.

"Benar, yang bersangkutan (Iptu LT) meninggal tadi pagi. Jadi, sebelum dibawa ke rumah sakit, yang bersangkutan sudah meninggal," kata Roem kepada Kompas.com via telepon seluler, Minggu.

Baca juga: Lansia di Banyumas Meninggal Beberapa Jam setelah Divaksin, Bupati: Itu Kena Stroke atau Hipertensi

Baca juga: Lagi, Lansia di Banyumas Meninggal setelah Divaksin Covid. Diduga Kelelahan Akibat Aktivitas Berat

Baca juga: Demam dan Menggigil Seusai Divaksin AstraZeneca, Sejumlah Penerima Vaksin di Sulut Dirawat di RS

Baca juga: Antibodi Sejumlah Nakes Kudus Tak Terbentuk seusai Divaksin Covid, Plt Bupati Usul Vaksinasi Ulang

Roem menjelaskan, almarhum awalnya mengikuti vaksinasi massal Covid-19 pada tanggal 30 Maret. Namun, keesokan harinya, ia mengalami gejala meriang.

Sehari setelahnya, almarhum dibawa ke rumah sakit untuk memeriksa kondisi kesehatannya.

"Jadi, tanggal 30 kemarin itu korban ikut vaksinasi. Besoknya, tanggal 31, korban mengalami meriang lalu korban bersama istrinya ke rumah sakit. Saat diperiksa, tidak ada penyakit apa-apa, lalu korban diberi obat. Setelah itu, korban minum lalu sembuh lagi seperti biasa," ungkapnya.

Namun, entah mengapa, lima hari setelah menerima vaksin, Iptu LT meninggal.

Menurut Roem, sebelum meninggal pagi tadi, malamnya, almarhum sempat mengeluh sesak napas.

"Jadi, tidak bisa kami bilang karena vaksin, memang sempat sesak napas, tadi malam pukul 24.00. Lalu, tadi pagi, istrinya lihat suaminya sudah terbaring di sofa, lalu dibawa ke rumah sakit, ternyata sudah meninggal," ungkapnya.

Saat disinggung riwayat penyakit yang diderita korban, Roem mengaku, pihaknya masih melakukan penelusuran.

"Kalau soal riwayat penyakit, saya tidak tahu. Kami masih menelusurinya. Yang jelas, sekali lagi, kami tidak bisa bilang ini karena vaksin," ungkapnya.

Positif Covid-19

Saat di rumah sakit, dokter sempat melakukan tes usap kepada Iptu LT.

Saat dikonfirmasi Minggu Sore, Roem mengungkapkan, Iptu LT dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan hasil tes swab.

Baca juga: Guru SD di Bengkulu Tanam Ganja: Ditumpang Sari dengan Tanaman Cabai, Beralasan Usir Hama

Baca juga: Hujan Angin Landa Sleman Yogyakarta, Pohon dan Baliho Bertumbangan

Baca juga: Terjunkan 7 Atlet Wushu di Popda Jateng, Kudus Targetkan Gondol 1 Perunggu

Baca juga: Harga Cabai Rawit di Kota Semarang Diprediksi Turun saat Ramadan, Dapat Pasokan dari Jatim dan Bali

"Almarhum ini ternyata positif Covid-19, pemeriksaan (swab) dilakukan tadi setelah korban meninggal dunia dan hasilnya keluar positif," kata Roem, Minggu sore.

Roem tidak membeberkan secara detail sejak kapan Iptu LT terpapar Covid-19 dan dari mana penularannya. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Usai Divaksin, Komandan Brimob Meriang, Sembuh, Sesak, lalu Meninggal".

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved