Breaking News:

Popda Jateng 2021

Terjunkan 7 Atlet Wushu di Popda Jateng, Kudus Targetkan Gondol 1 Perunggu

Tujuh atlet wushu Kabupaten Kudus mengikuti Pekan Olahrga Daerah (Popda) Provinsi Jawa Tengah.

TRIBUNBANYUMAS/MUHAMMAD YUNAN SETIAWAN
Seorang atlet wushu dari Kudus sedang memeragakan gerakan untuk penjurian Popda Jateng, Minggu (4/4/2021). Pada penyelenggaraan kali ini, penilaian dilakukan secara virtual. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KUDUS - Tujuh atlet wushu Kabupaten Kudus mengikuti Pekan Olahrga Daerah (Popda) Provinsi Jawa Tengah.

Tidak seperti penyelanggaraan sebelumnya, kali ini, atlet harus unjuk ketangkasan gerakan di depan juri, secara virtual.

Tim dari masing-masing daerah merekam video gerakan mereka dan kemudian dikirim ke juri. Hari ini merupakan hari terakhir pengiriman.

Pelatih Wushu Popda Kudus Yusak Hadi Pramana mengatakan, pihaknya menggunakan tiga sesi pengambilan gambar.

Baca juga: Buruh Proyek Revitalisasi PG Rendeng Kudus Dikukut Densus 88, Diduga Terlibat Jaringan Teroris

Baca juga: Angka Kecelakaan di Kudus Turun, 3 Titik Ini Masuk Lokasi Rawan: Ada Depan SPBU Ngembal

Baca juga: Pernikahan Anak di Kudus Naik Hampir 100%, Pemkab Andalkan Penjangkauan Teman Sebaya lewat Genre

Baca juga: Ketahuan Selingkuh, ASN Pemkab Kudus Diusulkan Terima Sanksi Penurunan Pangkat 3 Tahun

Sesi pertama, pengambilan gambar untuk gerakan tangan kosong. Sesi kedua untuk gerakan menggunakan senjata. Dan, sesi ketiga, digunakan untuk perbaikan.

Yusak menambahkan, ada keuntungan penilaian secara virtual. Pasalnya, perekaman bisa diulang saat gerakan atlet kurang sempurna.

"Yang kami kirimkan video satu kali take. Karena bisa diulang jadi ada nilai plus dari virtual ini," ungkapnya, Minggu (4/4/2021).

Namun, dia juga tidak memungkiri, penyelanggaraan virtual membuat suasana sepi dan atlet tak bisa bertemu atlet dari daerah lain.

Hal ini membuat atlet maupun pelatih tak bisa mengintip kekuatan lawan.

Untuk itu, kata dia, penyelanggaraan secara virtual ini membuat masing-masing kontingen harus menyiapkan strategi secara matang.

Menurut Yusak, dalam persaingan ini, musuh terberat datang dari kontingen Kota Semarang dan Kota Solo.

Semantara, untuk lawan dari Karesidenan Pati, musuh terberat datang dari perwakilan Pati.

Baca juga: Harga Cabai Rawit di Kota Semarang Diprediksi Turun saat Ramadan, Dapat Pasokan dari Jatim dan Bali

Baca juga: Kasus Kekerasan pada Anak dan Perempuan di Kendal Turun, Pemkab Bakal Terus Tambah Desa Layak Anak

Baca juga: Seri Dua MotoGP Doha 2021 Digelar Tengah Malam Ini, Rossi Start di Urutan 21. Ini Link Streamingnya

Baca juga: Buruh Proyek Revitalisasi PG Rendeng Kudus Dikukut Densus 88, Diduga Terlibat Jaringan Teroris

Karena, selama pandemi ini hanya dua daerah di Karesidenan Pati yang aktif latihan, yakni Pati dan Kudus. Kabupaten lain, lanjut dia, meliburkan diri.

"Kami targetkan satu perunggu. Soalnya, kami dibatasi maksimal kelas XI SMA. Sedangkan kebanyakan, atletnya usia SD sampai SMP. Jadi, atlet yang kecil kami naikkan. Kami optimistis, satu perunggu bisa dapat," imbuhnya. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved