Berita Kudus

Antibodi Sejumlah Nakes Kudus Tak Terbentuk seusai Divaksin Covid, Plt Bupati Usul Vaksinasi Ulang

Antibodi sejumlah tenaga kesehatan RS Mardi Rahayu‎ Kudus tidak terbentuk, pascavaksinasi Covid-19.

Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/PERMATA PUTRA SEJATI
ILUSTRASI. Petugas medis Puskesmas Purwokerto Barat menunjukan vaksin Sinovac, Kamis (25/2/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KUDUS - Antibodi sejumlah tenaga kesehatan RS Mardi Rahayu‎ Kudus tidak terbentuk, pascavaksinasi Covid-19.

Direktur Utama RS Mardi Rahayu Kudus dr Pujianto menyampaikan, hal ini diketahui setelah pihaknya melakukan tes antibodi kepada sedikitnya 170 tenaga kesehatan.

Hasilnya, 98 persen telah terbentuk antibodinya. Namun, dua persen di antaranya masih belum terbentuk antibodi.

‎"Vaksin itu kan virus yang sudah dimatikan yang tujuannya untuk membentuk kekebalan. Respon tiap individu berbeda, ada yang berhasil dan tidak," ujar dia.

Baca juga: 4 Kendaraan Terlibat Kecelakaan di Jalan Lingkar Timur Kudus, Sopir dan Kernet Colt Diesel Tewas

Baca juga: PKL Mulai Tempati Kudus City Walk Sore Ini, Kepala Disdag: Jangan Buang Sampah ke Selokan

Baca juga: Cegah Konflik Sosial, Plt Bupati Kudus Ajak Aparat dan Warga Ikut Lakukan Deteksi Dini

Baca juga: Batal Digelar di 9 SD, Kegiatan Sekolah Tatap Muka di Kudus Hanya Berlangsung di 4 SMP dan SMA

Selanjutnya, kata dia, tenaga kesehatan yang belum terbentuk antibodinya bisa divaksin ulang.

Namun, rekomendasinya, mereka divaksin menggunakan ‎merek vaksin berbeda sehingga harapannya, dapat membentuk antibodi.

"Idealnya, ya divaksin lagi. Tapi, pakai vaksin jenis lain," ujar dia.

Sementara, bagi tenaga kesehatan yang sudah terbentuk antibodinya pun, bukan berarti tidak akan terkena Covid-19.

Pujianto mengatakan, kemungkinan mereka terinfeksi virus SARS-CoV-2 masih bisa terjadi tetapi tingkat dampaknya rendah.

"Tertular masih mungkin tapi tingkat keparahannya rendah," ujar dia.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Survalen Imunisasi‎ Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus, Aniq Fuad menjelaskan, hanya RS Mardi Rahayu‎ yang sudah melakukan pemeriksaan antibodi kepada tenaga kesehatan.

‎Namun, pihaknya belum mendapatkan laporan terkait hasil pemeriksaan antibodi tenaga kesehatan RS Mardi Rahayu.

"Memang, hanya RS Mardi Rahayu yang sudah melakukan pemeriksaan antibodi tapi hasilnya saya belum tahu," ujar dia.

Seharusnya, kata dia, tenaga kesehatan yang antibodinya rendah, perlu mendapatkan vaksin ulang.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved