Berita Jawa Tengah

Samin Biasa Memikul 40 Kilogram Barang Sekali Jalan, Inilah Kisah Si Porter Gunung Lawu Karanganyar

Samin (45) atau yang akrab disapa Sella Samin merupakan satu dari sekian porter barang yang mengangkut sembako serta kebutuhan lainnya di Gunung Lawu.

Penulis: Agus Iswadi | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/AGUS ISWADI
Samin, Si porter barang Gunung Lawu. 

"Dahulu kalau ramai itu bisa 20 kali naik dalam sebulan."

"Bahkan sehari bisa dua kali naik," tuturnya. 

Selama menjadi porter, Samin belum pernah mengalami kendala berarti.

Kaki keram dan terpeleset menurutnya sudah biasa.

Cuaca tentu menjadi pertimbangan sebelum melakukan perjalanan naik gunung.

Biasanya laki-laki 40 tahun itu melakukan perjalanan saat siang hari. 

"Kalau mau naik mempertimbangkan cuaca."

"Pagi sudah hujan atau kabut ditunggu terlebih dahulu."

"Kalau tidak reda, ditunggu besok."

"Kalau terpaksa, ya kalau hujan pakai mantol," ungkap Samin.

Lanjutnya, meski tidak banyak kenal para pendaki, selama di perjalanan ada saja pendaki yang menyapanya.

Terkadang beberapa pendaki ada yang mengunggah fotonya saat menjadi porter ke media sosial. 

Beberapa pendaki ada yang heran saat melihat Sarmin naik ke gunung dengan mengangkut barang dagangan.

Adanya pandemi Covid-19 turut berdampak terhadap pekerjaan sampingannya sebagai porter barang.

Pasalnya, sepinya pendaki turut berdampak terhadap penjualan di warung yang ada di Gunung Lawu.

Sehingga pemilik warung jarang menggunakan jasa porter barang. 

Untuk mengisi waktu luang selama sepi permintaan menjadi porter, dirinya terkadang beralih menjadi sopir jeep wisata di destinasi wisata kawasan Tawangmangu.

Namun dari pengamatannya, jumlah pendaki mulai mengalami peningkatan sejak awal 2021.

"Dahulu sepi, naik sendiri, turun sendiri."

"Tidak jumpa pendaki selama di perjalanan."

"Selama pandemi naik paling 4-5 kali sebulan," pungkasnya. (Agus Iswadi)

Baca juga: Cerita Sopir Bus Dewi Sri di Tegal, Alih Profesi Jadi Tukang Parkir Akibat Kebijakan Larangan Mudik

Baca juga: Pemilik Odong-odong di Kota Tegal Diberi Waktu Sebulan, Ubah Spesifikasi Jadi Sepeda Wisata

Baca juga: Pemerintah Resmikan Gudang Sistem Resi Gudang Bawang Merah di Brebes, Ini Manfaatnya

Baca juga: Dinkes Jateng Periksa Ulang Sampel Penyintas Corona B117 Asal Brebes, Hasilnya Tunggu Sebulan Lagi

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved