Berita Karanganyar

Kasir Koperasi di Colomadu Karanganyar Diduga Gelapkan Dana, Hasil Audit Ada Selisih Rp 9,3 Miliar

Seorang kasir berinisial PL (28), diamankan Satresksrim Polres Karanganyar, karena diduga menggelapkan dana koperasi di wilayah Colomadu.

Penulis: Agus Iswadi | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/AGUS ISWADI
Konferensi pers kasus penggelapan dalam jabatan di Kantor Satreskrim Polres Karanganyar, Kamis (1/4/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KARANGANYAR - Seorang kasir berinisial PL (28), diamankan Satresksrim Polres Karanganyar, karena diduga menggelapkan dana koperasi di wilayah Colomadu.

Dalam tindak kejahatan itu, PL menggunakan modus menggelembungkan gaji karyawan dan dana operasional koperasi.

Perempuan itu bekerja sebagai kasir di koperasi tersebut sejak 2013 lalu. Dari hasil audit perusahaan yang dilakukan sejak 2018 hingga Agustus 2020, kerugian akibat penggelapan itu sekitar Rp 9,3 miliar.

Kasatreskrim Polres Karanganyar AKP Tegar Satrio Wicaksono menyampaikan, pengungkapan kasus ini bermula saat pihak koperasi yang melaporkan ke kepolisian tentang adanya dugaan penggelapan yang dilakukan PL pada Januari 2021.

Baca juga: 1.600 Batang Rokok Ilegal Disita, Konsumen Mayoritas Petani, Satpol PP Karanganyar: Cari Murahnya

Baca juga: TKI Asal Karanganyar Tewas Mengapung di Perairan Pangke, Adik Almarhum: Berangkat Dua Pekan Lalu

Baca juga: Meski Sudah Dilarang, Pemkab Karanganyar Tak Bisa Usir Perantau yang Terlanjur Pulang Kampung

Baca juga: Ramadan di Masa Pandemi, Bupati Karanganyar: Silakan Jika Mau Salat Tarawih Berjamaah di Masjid

Pihak perusahaan telah melakukan audit dalam kurun waktu hampir 3 tahun dan didapatkan adanya selisih dengan total Rp 9,3 miliar.

Akhirnya, setelah melakukan penyelidikan, polisi menangkap perempuan 28 tahun itu seusai mendapatkan alat bukti yang lengkap.

"Tersangka diamakan di rumahnya. Sudah cukup alat bukti berupa keterangan saksi dan hasil audit. Kami ancam yang bersangkutan menggunakan Pasal 374 (KUHP Pidana) dengan hukuman 5 tahun (penjara)," kata Tegar saat konferensi pers di Kantor Satreskrim Polres Karanganyar, Kamis (1/4/2021).

Kepolisian telah mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya buku agenda biaya operasional periode 2018-2020, buku laporan keuangan, buku daftar haji dan SHU, serta sejumlah buku rekening.

PL diduga melakukan penggelapan lewat cara menggelembungkan gaji karyawan dan dana operasional perusahaan. Uang tersebut digunakan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari dan membeli sejumlah aset.

"Kami cek terkait alat bukti lain karena diduga pelaku tidak menikmati hasilnya itu sendiri," jelasnya.

Kasatreskrim Polres Karanganyar menuturkan, koperasi tempat pelaku bekerja tidak melayani simpanan melainkan hanya pinjaman.

Baca juga: Gugatannya Ditolak Hakim PN Purbalingga, Warga Bodaskarangjati Jadi Tersangka Kasus Aborsi

Baca juga: Jelang Paskah, Anggota Polresta Banyumas Bersenjata Lengkap Amankan Gereja yang Ada

Baca juga: Pembacokan Berdarah Terjadi Lagi di Kebumen, Warga Lajer Tewas Dicelurit setelah Cekcok

Baca juga: Selamat, Kwarcab Purbalingga Terima Samir Penghargaan dari Kwarda Jateng. Sabet 4 Prestasi Sekaligus

Sementara, pelaku PL menjelaskan, biaya operasional dikeluarkan melalui dua rekening, yakni rekening miliknya dan ketua.

Sehingga, apabila ditemukan adanya selisih, dapat dicek melalui kedua rekening tersebut.

Sedangkan soal gaji karyawan, lanjutnya, yang dipotong bukan gaji karyawan melainkan Sisa Hasil Usaha (SHU) dan itu sudah melalui proses kesepakatan dengan semua pengurus.

Uang dari pemotongan SHU itu lantas didistribusikan atau disuntikan ke cabang lain.

"Tidak saya nikmati sendiri, bisa dicek rekening," ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved