Breaking News:

Berita Jawa Tengah

1.600 Batang Rokok Ilegal Disita, Konsumen Mayoritas Petani, Satpol PP Karanganyar: Cari Murahnya

Rokok ilegal itu disita dari empat toko kelontong di empat kecamatan yakni Kecamatan Kebakkramat, Matesih, Jumapolo, dan Mojogedang.

Penulis: Agus Iswadi | Editor: deni setiawan
PEMKAB KARANGANYAR
Sidak petugas gabungan di sebuah toko kelontong yang diduga menjual rokok ilegal di Kabupaten Karanganyar, Selasa (30/3/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KARANGANYAR - Tim gabungan Satpol PP Karanganyar, Satpol PP Jateng, dan Bea Cukai Surakarta menyita 1.600 batang rokok ilegal yang diperjualbelikan di toko kelontong di Kabupaten Karanganyar, Selasa (30/3/2021).

Rokok ilegal itu disita dari empat toko kelontong di empat kecamatan yakni Kecamatan Kebakkramat, Matesih, Jumapolo, dan Mojogedang.

Baca juga: TKI Asal Karanganyar Tewas Mengapung di Perairan Pangke, Adik Almarhum: Berangkat Dua Pekan Lalu

Baca juga: Meski Sudah Dilarang, Pemkab Karanganyar Tak Bisa Usir Perantau yang Terlanjur Pulang Kampung

Baca juga: Ramadan di Masa Pandemi, Bupati Karanganyar: Silakan Jika Mau Salat Tarawih Berjamaah di Masjid

Baca juga: TKI asal Jumantono Karanganyar Tewas di Kapulauan Riau, Speedboat yang Ditumpangi Tenggelam

Kasi Penindakan Satpol PP Kabupaten Karanganyar, Joko Purwanto menyampaikan, anggota sudah melakukan pengintaian di toko yang menjadi sasaran razia beberapa hari sebelum dilakukan penindakan.

Rata-rata toko kelontong itu berada di wilayah perbatasan antarkecamatan.

Rokok ilegal isi 20 batang per bungkus itu dijual seharga Rp 5.000 hingga Rp 6.000.

"Pembelinya adalah para petani."

"Mereka ini mencari rokok yang murah."

"Harganya Rp 5.000 sampai Rp 6.000 dapat satu bungkus," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (30/3/2021).

Dia menjelaskan, penjual rokok ilegal tersebut lantas diberikan pembinaan supaya tidak menjual rokok itu kembali.

Rokok yang disita itu lantas diserahkan kepada pihak Bea Cukai Surakarta.

Apabila kedapatan menjual rokok ilegal itu akan ditindak Bea Cukai.

Lantaran peredaran rokok ilegal tersebut terjadi di wilayah perbatasan, Joko menduga, penjual mendapatkan pasokan dari luar Karanganyar.

Kepala Satpol PP Kabupaten Karanganyar, Yophy Eko Jati Wibowo menambahkan, ke depannya akan lebih rutin melaksanakan sidak terhadap peredaran rokok ilegal di Karanganyar.

"Kami mengimbau seluruh warga Karanganyar tidak membeli maupun menjual rokok ilegal karena melanggar aturan."

"Ada hukuman pidana menanti," imbuhnya. (Agus Iswadi)

Baca juga: Vaksinasi Massal di GOR Satria Purwokerto layani Warga Banyumas Raya, Pemkab Siapkan Bus Khusus

Baca juga: Targetkan Jadi Kabupaten Layak Anak dan Dafabel Pada 2022, Ini yang Dilakukan Pemkab Purbalingga

Baca juga: Sembilan Pasangan Seketika Panik Saat Polisi Datang, Bukan Pasutri Lagi Ngamar di Banjarnegara

Baca juga: Masih Polemik, Pengambilan Batu Nisan di Makam Stanagede Wonosobo, Ini Komentar Kadus Mojotengah

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved