Breaking News:

Berita Jawa Tengah

Ramadan di Masa Pandemi, Bupati Karanganyar: Silakan Jika Mau Salat Tarawih Berjamaah di Masjid

Meski i'tikaf di masjid diperbolehkan dengan protokol kesehatan, menurutnya, i'tikaf akan jauh lebih khusyuk apabila dilaksanakan di rumah saja.

Penulis: Agus Iswadi | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS/AGUS ISWADI
Bupati Karanganyar Juliyatmono. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KARANGANYAR - Pemkab Karanganyar mengizinkan masyarakat menggelar salat tarawih di masjid, namun dengan tetap menerapkan protokol kesehatan

Pernyataan itu disampaikan Bupati Karanganyar, Juliyatmono seusai Silaturahmi Forkopimda Karanganyar dengan tokoh agama di Pendopo Rumah Dinas Bupati pada Selasa (30/3/2021).

Baca juga: TKI asal Jumantono Karanganyar Tewas di Kapulauan Riau, Speedboat yang Ditumpangi Tenggelam

Baca juga: Orangtua Peserta Didik Pertanyakan Vaksinasi Guru, Begini Komentar Kepala SMPN 1 Karanganyar

Baca juga: Harga Cabai Rawit Berangsur Turun di Karanganyar, Kini Rp 90 Ribu per Kilogram

Baca juga: Tiga Bulan Ini Guru Honorer Belum Gajian, Disdikbud Karanganyar: Masih Proses, Cairnya Awal April

"Ramadan tahun ini, kami kira tempat ibadah bisa dipersiapkan secara baik."

"Silakan dipergunakan sebaik mungkin."

"Dalam situasi seperti ini jauh lebih khusyuk jika masjid tempat ibadah disuburkan," kata Juliyatmono kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (30/3/2021).

Kendati salat tarawih telah diizinkan, Yuli sapaan akrabnya meminta kepada masyarakat dan takmir masjid supaya tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Lanjutnya, disediakan hand sanitizer, sabun untuk cuci tangan, jamaah diminta mengenakan masker, jaga jarak, dan jamaah diminta membawa sajadah sendiri dari rumah.

Di sisi lain dalam pelaksanaannya, durasi dapat dipersingkat seperti ceramah.

Meski i'tikaf di masjid diperbolehkan dengan protokol kesehatan, menurutnya, i'tikaf akan jauh lebih khusyuk apabila dilaksanakan di rumah masing-masing.

Yuli menuturkan, Pemkab Karanganyar juga akan menggelar tarling (tarawih keliling) secara terbatas di 17 titik selama Ramadan.

"Sambil melihat dari dekat, menyosialisasikan program dan termasuk pentingnya vaksin dan hidup bersih," ucapnya.

Sesuai dengan Instruksi Bupati Karanganyar tentang perpanjangan PPKM mikro disebutkan, aktivitas tempat ibadah maksimal 50 persen dari kapasitas.

"Tapi substansinya jaga jarak."

"Apalagi masjid di lingkungan itu zero Covid-19."

"Tidak perlu diperbincangkan karena pendekatan PPKM mikro," jelas Juliyatmono. (Agus Iswadi)

Baca juga: Senyum Rahma, Gadis Pelukis Banjarnegara dapat Bantuan Kursi Roda dan Pijatan Alternatif setiap Hari

Baca juga: Politeknik Banjarnegara Beri Peluang Siswa SMA Belajar Agro Industri di Kampus, Siap ke Dunia Kerja

Baca juga: Masih Polemik, Pengambilan Batu Nisan di Makam Stanagede Wonosobo, Ini Komentar Kadus Mojotengah

Baca juga: Asyik Mancing di Telaga Pengilon Dieng Wonosobo, Dua Pemancing Malah Temukan Mayat Mengambang

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved