Breaking News:

Berita Banyumas

Gelar Seminar, MUI dan TP PKK Banyumas Bedah Pernikahan Anak dari Sisi Agama Islam dan Kesehatan

MUI bersama Tim Penggerak PKK Kabupaten Banyumas, menggelar seminar pernikahan anak dalam prespektif hukum Islam dan Kesehatan, Rabu (31/3/2021).

TRIBUNBANYUMAS/Istimewa
Ketua TP PKK Banyumas Erna Husein menyampaikan sambutannya dalam seminar Pernikahan Anak dalam Prespektif Hukum Islam dan Kesehatan hasil kerja sama TP PKK dengan MUI Banyumas di Pendopo Si Panji Purwokerto, Rabu (31/3/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Banyumas bersama Tim Penggerak PKK Kabupaten Banyumas, menggelar seminar pernikahan anak dalam prespektif hukum Islam dan Kesehatan, di Pendopo Si Panji Purwokerto, Rabu (31/3/2021).

Kegiatan ini melibatkan seluruh organisasi wanita, baik organisasi wanita yang berafiliasi pada ormas, kelompok profesional, maupun independen.

Eva Lutfiat, dari Komisi Perempuan Remaja dan Anak (PRK) MUI Banyumas, mengatakan, kegiatan ini digelar sebagai respon naiknya angka pernikahan anak di Banyumas.

Acara ini diharapkan dapa memberikan edukasi pada simpul-simpul masyarakat di tingkat bawah, untuk bersama menjadi garda depan pencegahan pernikahan anak.

Peserta perwakilan organisasi wanita mengikuti webinar ini secara tatap muka di Pendopo.

Baca juga: Lantik TP PKK Kecamatan, Ketua TP PKK Banyumas Minta Kader Jadi Contoh Prokes dan Tak Takut Divaksin

Baca juga: Peringati World Clean Up Day, Ketua TP PKK Banyumas Erna Ajak Warga Pungut Sampah di Sekitar Rumah

Baca juga: Ketua MUI Banyumas Curhat Belum Miliki Gedung Sekretariat, Begini Jawaban Bupati Achmad Husein

Baca juga: FKUB Banyumas Kutuk Aksi Bom di Gereja Katedral Makassar: Tidak Ada Agama yang Menoleransi Kekerasan

Sementara, tim PKK di setiap pokja kecamatan, mengikuti webinar secara daring lewat zoom meeting.

Ketua TP PKK Erna Husein mengatakan, kampanye ini diberikan pada orangtua, bukan pada anak.

Karena, menurut data, pernikahan anak di Banyumas, lebih banyak terjadi karena faktor budaya.

Di antaranya, tradisi orangtua menikahkan anaknya di usia muda karena khawatir anak mereka tidak laku dan khawatir menjadi perawan tua.

"PKK, sebagai organisasi yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, diharapkan berkontribusi mengedukasi masyarakatnya dalam menyiapkan generasi yang akan datang," katanya dalam rilis yang diterima.

Halaman
123
Penulis: Permata Putra Sejati
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved