Larangan Mudik Lebaran 2021

Jateng Siapkan Tempat Isolasi Bagi Warga yang Nekat Mudik, Ini Penjelasan Gubernur Ganjar

Pemprov Jateng berkoordinasi dengan para kepala daerah untuk menyiapkan tempat isolasi, semisal di lingkup desa atau kelurahan, dan kecamatan.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: deni setiawan
KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG
DOKUMENTASI - Polisi menghalau mobil bus yang membawa penumpang di jalan tol Jakarta-Cikampek untuk keluar ke Gerbang tol Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (24/4/2020). Larangan mudik mulai diberlakukan 24 April 2020 pukul 00.00 WIB. Polda Metro Jaya melarang kendaraan pribadi baik motor atau mobil dan kendaraan umum berpenumpang keluar dari wilayah Jabodetabek. Pemeriksaan dan penyekatan kendaraan tersebut akan dilakukan di 18 titik pos pengamanan terpadu dan pos-pos check point di jalur tikus dan perbatasan. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Meskipun mudik dilarang, pemerintah tetap menyiapkan langkah untuk mengantisipasi para pemudik.

Terutama langkah pencegahan penularan kasus virus corona (Covid-19).

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan, akan berkoordinasi dengan para kepala daerah untuk menyiapkan tempat isolasi, semisal di lingkup desa atau kelurahan, dan kecamatan.

Baca juga: Keamanan Jelang Paskah di Jateng, Gubernur Ganjar Sebut Tidak Terpengaruh Bom Makassar

Baca juga: Resah Muncul Jurnal Gula Semut Jateng Tak Murni, PT Profile Mitra Abadi Ngadu ke Pemkab Banyumas

Baca juga: Jalan Tikus Wilayah Perbatasan Jateng Bakal Dipantau Kamera CCTV, Antisipasi Warga Nekat Mudik

Baca juga: Jawa Tengah Bukan Lagi Produsen Terbanyak Beras, Ini yang Dilakukan Distanbun Jateng

"Tempat isolasi sudah pasti (disiapkan), baik isolasi mandiri terpusat maupun di rumah sakit," kata Ganjar kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (30/3/2021).

Ia juga meminta pihak rumah sakit agar tidak menutup ruang isolasi terlebih dahulu untuk mengantisipasi kemungkinan yang akan terjadi.

Meskipun demikian, ia berharap agar warga perantauan mematuhi aturan pemerintah untuk tidak mudik.

Saat ini, kasus Covid-19 di Jawa Tengah cenderung melandai.

Namun, jika banyak pendatang yang mudik, ditakutkan angka pesakitan bertambah atau gelombang kedua bisa saja terjadi.

"Kami mendorong masyarakat tidak usah mudik."

"Mumpung ini (kasus Covid-19) lagi turun bagus."

"Sabar sebentar, ini kalau bisa dijaga, supaya bisa lebih cepat," tegasnya.

Menurutnya, menahan diri untuk tidak mudik bisa memberikan kontribusi besar bagi bangsa, negara, dan kemanusiaan.

Terkait pelaksanaan teknis larangan mudik, saat ini pihaknya masih menunggu aturan dari Pemerintah Pusat.

Aturan tersebut juga berkaitan dengan aturan teknis ibadah pada Ramadan dari Kementerian Agama (Kemenag).

Serta regulasi kendaraan yang boleh melintas dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

"Kami sudah punya pengalaman tahun lalu sehingga sedang menyiapkan respons."

"Bayangannya sudah tahu sih."

"Kami akan bekerja sama dengan provinsi sebelah, antarkabupaten, dan TNI-Polri juga sudah menyiapkan skenario-skenario berjaga apalagi di perbatasan," jelasnya.

Terkait isolasi mandiri untuk pemudik, Kepala Dinkes Jateng, Yulianto Prabowo menyatakan, terkait tempat isolasi bagi pemudik yang nekat itu akan dibahas secara khusus.

"Akan ada rapat khusus dengan para Bupati dan Wali Kota terkait itu," terangnya.

Terkait kesehatan, pihaknya menyiapkan kebutuhan untuk tes Covid-19 dengan skema random sampling kepada pemudik yang nekat. (Mamduh Adi)

Baca juga: Pelaku Sewa Ruko Sehari di Temanggung, Toko Sembako di Solo Kena Tipu, Pesan Barang Cara COD

Baca juga: Dinkes Jateng Periksa Ulang Sampel Penyintas Corona B117 Asal Brebes, Hasilnya Tunggu Sebulan Lagi

Baca juga: Lisna Teringat Larangan Mudik 2020, Banyak Telur Dibuang Karena Membusuk, Toko Gulung Tikar di Tegal

Baca juga: Sepekan Ini di Pemalang, Tiga Bandar Judi Togel Diringkus Polisi, Kapolres: Kami Pasti Berantas

Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved