Breaking News:

Larangan Mudik Lebaran 2021

Lisna Teringat Larangan Mudik 2020, Banyak Telur Dibuang Karena Membusuk, Toko Gulung Tikar di Tegal

Lisna menjelaskan, saking buruknya kondisi penjualan telur asin di Pantura Kota Tegal, beberapa toko oleh-oleh sampai gulung tikar. 

Penulis: Fajar Bahruddin Achmad
Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/FAJAR BAHRUDDIN ACHMAD
Seorang karyawan di toko oleh-oleh di Pantura Kota Tegal sedang menata telur asin, Selasa (30/3/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, TEGAL - Kebijakan larangan mudik Lebaran 2021 menjadi kabar sedih bagi pedagang oleh-oleh telur asin di sepanjang Jalan Pantai Utara (Pantura) Kota Tegal

Mereka seketika teringat kondisi semasa larangan mudik pada Lebaran tahun lalu.

Tiap harinya ada saja telur asin yang dibuang karena membusuk.

Kemudian beberapa toko oleh-oleh juga harus gulung tikar karena sepi. 

Baca juga: Empat Pengendara Kena Tilang Elektronik, Parkir di Jalan Pancasila Kota Tegal

Baca juga: Pemuda Asal Slerok Tegal Ini Cuma Bertahan Sebulan, Tak Bisa Lagi Bantu Kawan Bermain Judi Online

Baca juga: Guru SMP Jadi Korban Jambret, Pelakunya Pedagang Roti Gulung di Pasar Pagi Kota Tegal

Baca juga: 19 Warga Penusupan Kabupaten Tegal Positif Covid, Rombongan Senam yang Pulang Piknik dari Dino Land

Karyawan toko oleh-oleh Oke Maju Jaya Kota Tegal, Lisna (26) mengatakan, penjualan telur asin pada mudik lebaran tahun lalu sangat hancur. 

Angka penjualan menurun drastis.

Dia mengatakan, pada musim mudik sebelum adanya pandemi Covid-19, sehari telur asin yang terjual mencapai 1.000 butir. 

Sementara tahun lalu saat mudik dilarang, per hari hanya terjual 200 butir. 

"Turun drastis, banyak yang terbuang juga."

"Hampir 300 butir telur per hari," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (30/3/2021). 

Halaman
1234
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved