Breaking News:

Larangan Mudik Lebaran 2021

Djoko Setijowarno: Pemerintah Tidak Cerdas, Cara Larang Warga Mudik, Tengoklah Tahun Lalu

Warga yang akan mudik atau bepergian harus dites terlebih dahulu di daerah asal oleh pemerintah terkecil, misalnya di desa atau kelurahan.

TRIBUN BANYUMAS/HERMAWAN HANDAKA
DOKUMENTASI - PT KAI mengoperasikan Kereta Luar Biasa (KLB) untuk mengakomodir mobilitas penumpang yang mendapatkan pengecualian selama masa larangan mudik dalam rangka percepatan penanganan Covid19. KLB Jurusan Pasar Turi Surabaya berhenti di Stasiun Tawang Semarang, Selasa (12/5/2020) mengangkut 13 penumpang yang terdiri dari 10 orang berangkat dari Surabaya dan 3 orang berangkat dari Semarang. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Pemerintah memutuskan melarang masyarakat untuk mudik Lebaran tahun ini.

Artinya, selama dua tahun ini, yakni 2020 dan 2021, aktivitas mudik dilarang.

Kebijakan itu diambil untuk menekan angka penyebaran kasus Covid-19.

Baca juga: Setiap Kecamatan di Kabupaten Semarang Bakal Punya Tempat Pengolahan Sampah Terpadu, Ini Tujuannya

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 di Semarang Capai 100 Ribu Orang, Tetap Digelar saat Ramadan

Baca juga: Jawa Tengah Bukan Lagi Produsen Terbanyak Beras, Ini yang Dilakukan Distanbun Jateng

Baca juga: Hati-hati, Parapet Jembatan ke Dieng di Wanaraja Banjarnegara Ambrol. Ini yang Dilakukan DPU Jateng

Seperti pengalaman sebelumnya, setelah ada hari libur atau tanggal merah, kasus Covid-19 langsung meroket.

Namun demikian, Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno, larangan itu harus disertai solusi.

Dia menuturkan, kebijakan larangan mudik sudah bagus untuk menekan kasus Covid-19.

Hanya saja, caranya yang harus diperbaiki.

"Watak orang Indonesia itu kalau dilarang malah makin nantang."

"Pemerintah melarangnya tidak cerdas, mbok pakai cara cerdas," kata Djoko kepada Tribunbanyumas.com, Senin (29/3/2021).

Cara cerdas yang ia maksud yakni contohnya tidak melarang adanya mudik.

Halaman
1234
Penulis: mamdukh adi priyanto
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved