Breaking News:

Penanganan Corona

Vaksinasi Covid-19 di Semarang Capai 100 Ribu Orang, Tetap Digelar saat Ramadan

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyebutkan, tercatat ada 100 ribu orang yang telah divaksin dari total 1,7 juta warga Kota Semarang.

TRIBUNBANYUMAS/HERMAWAN HANDAKA
Petugas Puskesmas Pandanaran Kota Semarang memberikan vaksin Covid-19 produksi Sinovac kepada tenaga kesehatan Kota Semarang, di lantai 10 gedung Dinas Kesehatan Kota Semarang, Jumat (15/1/21). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Vaksinasi Covid-19 terus digencarkan Pemerintah Kota Semarang. Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyebutkan, hingga hari ini, tercatat ada 100 ribu orang yang telah divaksin dari total 1,7 juta warga Kota Semarang.

"Kami terima vaksin untuk keperluan 100 ribu sasaran. Kami masih menunggu jadwal (kedatangan) vaksin berikutnya," papar Hendi, sapaannya, Minggu (28/3/2021).

Hendi memaparkan, Kota Semarang belum lama ini mendapatkan bantuan vaksin dari Kementrian BUMN.

Bantuan tersebut akan diterima selama dua bulan, dimana vaksinasi disentralkan di gedung PRPP.

Baca juga: Danny Bersujud Syukur, Motornya Kini Telah Kembali, Sempat Hilang Dicuri di Tembalang Semarang

Baca juga: Cium Bau Tak Sedap 5 Hari Terakhir, Warga Karang Kidul Semarang Kaget Temukan Sumardi Tewas di Kamar

Baca juga: Alami Luka Bakar, Seorang Tukang Bangunan Kesetrum saat Bongkar Plafon Rumah di Bulustalan Semarang

Setiap hari, Kementrian BUMN menyediakan 5.000 dosis vaksin.

"Kalau dihiting, berarti ada 150 ribu per bulan dikali dua, ada 300 ribu dosis," rincinya.

Selain diperuntukan bagi karyawan BUMN, bantuan vaksin dari Kementrian BUMN juga diprioritaskan untuk lansia serta guru dan tenaga kependidikan.

Syaratnya, mereka harus mendaftar terlebih dahulu ke Dinas Kesehatan melalui aplikasi yang disediakan, yakni khusus untuk lansia bisa mengakses smg.city/vaksinlansia.

Setelah mendaftar, Dinas Kesehatan akan mengirim WA atau SMS blast untuk memberitahu jadwal vaksinasi.

"Mudah-mudahan (bantuan vaksin) bisa dipakai masyarakat Kota Semarang, khususnya lansia. Guru dan Tendik (tenaga pendidikan) juga masuk dalam program di PRPP," ucapnya.

Menurut Hendi, vaksinasi akan tetap berjalan selama bulan Ramadan. Para tokoh agama pun sudah memberi masukan bahwa vaksinasi dapat dilakukan meski tengah menjalani puasa Ramadan.

Baca juga: DMI Batang Minta Masjid Berjemaah Banyak Gelar Salat Tarawih 2 Sif, Terutama di Jalur Pantura

Baca juga: Video Pemuda Asal Banjar Jadi Imam di Mekkah Viral di Banjarnegara, Ternyata Begini Faktanya

Baca juga: Antibodi Sejumlah Nakes Kudus Tak Terbentuk seusai Divaksin Covid, Plt Bupati Usul Vaksinasi Ulang

Baca juga: Bom Bunuh Diri Meledak di Gereja Katedral Makassar: Pelaku Naik Motor, Sempat Ditahan Penjaga Gereja

Jika nanti masih ada pertentangan, pihaknya akan mendiskusikan kemungkinan rencana lain.

"Masukan dari para kiai karena itu sifatnya obat, tidak lewat mulut atau saluran yang membuat batal puasa, katanya boleh, jalan saja. Kalau pun nanti masih ada pertentangan, kami diskusikan apakah vaksin malam. Tapi, sejauh ini siang pun tidak ada masalah," terang Hendi. (*)

Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved