Breaking News:

Berita Semarang

Setiap Kecamatan di Kabupaten Semarang Bakal Punya Tempat Pengolahan Sampah Terpadu, Ini Tujuannya

Setiap kecamatan di Kabupaten Semarang bakal memiliki tempat pengolahan sampah terpadu.

TRIBUNBANYUMAS/YUNANSETIAWAN
ILUSTRASI. Tumpukan sampah di TPA Kepudang, Binangun, Cilacap. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, UNGARAN - Setiap kecamatan di Kabupaten Semarang bakal memiliki tempat pengolahan sampah terpadu. Lewat program ini diharapkan timbunan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Blondo Bawen dapat terkendali.

Kabid Peningkatan Kapasitas Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Semarang Budi Rahardjo mengatakan, pembangunan tersebut menjadi bagian dari program 2021-2024 di bidang infrastruktur.

"Sebelum berakhir di TPA, sampah semestinya dipilah untuk digunakan kembali dan didaur ulang melalui bank sampah dan TPS 3R (reduce, reuse, recycle)," jelasnya dalam webinar bertema pengelolaan sampah plastik di keterangan tertulis, Senin (29/3/2021).

Baca juga: Pencuri Bobol Konter HP di Ungaran Kabupaten Semarang, Gondol 5 Power Bank dan Uang Rp 20 Ribu

Baca juga: Dari Budi Daya Porang, Petani di Kadirejo Kabupaten Semarang Bisa Raih Omzet Rp 800 Juta Per Tahun

Baca juga: 10.740 Lansia Sudah Disuntik Vaksin, Jadi Target Prioritas Sasaran Dinkes Kabupaten Semarang

Baca juga: Disnakertrans Kabupaten Semarang: 10 Ribu Pekerja yang Dirumahkan Sudah Mulai Bekerja

Dikatakan, saat ini, terdapat 160 bank sampah unit, satu bank sampah induk, dan lima unit TPS 3R.

"Lewat pendekatan semacam ini, TPA hanya untuk residu," katanya.

Menurut dia, perubahan paradigma pengelolaan sampah semacam itu harus diawali dengan kesadaran bersama antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha.

"Seperti inisiatif yang dilakukan Yayasan Bintari dan CCAI dalam menginisiasi pendirian bank sampah di Randugunting Kecamatan Bergas. Kami berharap, inisiatif semacam ini bisa diikuti industri lain," katanya.

Manajer Komunikasi dan Kerja Sama Publik Bintari Amalia Wulansari mengatakan, kolaborasi sejak setahun terakhir telah menghasilkan tiga bank sampah.

"Dengan 79 nasabah, ketiga bank sampah tersebut telah mengumpulkan 2 ton sampah dan rata-rata omzet Rp 500 ribu per bulan," paparnya.

Baca juga: 38 Sekolah di Blora Mulai Gelar Tatap Muka Hari Ini, Siswa Bergantian Masuk Sesuai Nomor Absen

Baca juga: 4 Orang Ditangkap di Bima NTB, Diduga Terlibat Aksi Bom di Depan Gereja Katedral Makassar

Baca juga: Kilang Minyak di Balongan Indramayu Terbakar saat Hujan Petir, 700 Warga Mengungsi

Menurut dia, dengan penduduk sebesar 1,17 juta jiwa, jumlah sampah di Kabupaten Semarang mencapai 520 ton per hari.

Dari jumlah itu, hanya 170 ton per hari yang mampu ditampung di TPA seluas 5 hektare tersebut.

"Sisanya, ini bocor ke mana-mana," katanya. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kurangi Sampah di TPA, Pemkab Semarang Bangun Pengolahan di Tiap Kecamatan".

Editor: rika irawati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved