Berita Purbalingga

Bupati Purbalingga Puji Kinerja Dinperindag dalam Lima Tahun Terakhir, Ini Daftar Prestasi Mereka

Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi mengapresiasi kinerja dan capaian yang telah dilakukan jajaran Dinas Perindustrian dan Perdagangan.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/Istimewa
Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi memimpin apel pagi di halaman Kantor Dinperindag setempat, Senin (29/3/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi mengapresiasi kinerja dan capaian yang telah dilakukan jajaran Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dinperindag) selama lima tahun terakhir.

Hal itu disampaikan Bupati Tiwi saat apel kerja di halaman kantor Dinperindag Purbalingga, Senin (29/3/2021).

Bupati menyampaikan, Dinperindag Purbalingga setidaknya telah melakukan revitalisasi terhadap 13 pasar rakyat.

Pada periode lalu, Dinperindag juga mewujudkan pembangunan sentra industri Logam (LIK Logam) dan sentra industri batok kelapa di Kelurahan Purbalingga Wetan.

Dinperindag Purbalingga dinilai pula mampu mendorong komoditas lokal gula kelapa melakukan ekspor ke mancanegara.

Baca juga: Pebalap Liar di Bobotsari Purbalingga Kocar-kacir saat Polisi Datang, 10 Motor Ditinggal Pemilik

Baca juga: Selamat, Purbalingga Raih Sertifikat Kapabilitas APIP Level 3

Baca juga: 2 Honda Beat Adu Banteng di Bobotsari Purbalingga. Pengendara Terpental, Satu Meninggal

Baca juga: Lima Tahanan Polres Purbalingga Kabur Lewat Tembok Kamar Mandi, Diburu hingga Wilayah Tetangga

Kedepan, katanya, Dinperindag harus lebih banyak mengembangkan komoditas lokal lain menjadi komoditas berkualitas ekspor.

"Banyak kerja telah dilakukan, baik di sektor perdagangan maupun industri, termasuk tugas besar relokasi pedagang PKL ke Purbalingga Food Center (PFC) dengan tertib dan kondusif. Kita harus terus tingkatkan kinerja itu dengan inovasi-inovasi baru," kata Tiwi, sapaan bupati, dalam rilis yang diterima Tribunbanyumas.com, Senin.

Meskipun demikian, karena pandemi Covid-19, banyak target yang capaiannya belum maksimal.

Pertumbuhan ekonomi kabupaten Purbalingga terakhir di 2019 adalah 5,65 persen dan di tahun 2020 menjadi minus 1,23 persen.

Akan tetapi, kondisi ini masih lebih baik dibandingkan nasional (-3,43 persen) dan Jawa Tengah (-3,93 persen).

"Kondisi ini mengharuskan program-program pemulihan ekonomi yang sudah dijalankan, khususnya oleh Dinperindag untuk terus dilanjutkan," jelas dia.

Tiwi mencontohkan, program revitalisasi pasar, dimana tahun ini, Purbalingga mendapatkan alokasi bantuan revitalisasi Pasar Bukateja dan tahun 2022 giliran revitalisasi Pasar Badog.

"Saya ingin, program revitalisasi pasar tidak hanya untuk pasar milik pemda tetapi merambah pada pasar-pasar milik desa," terangnya.

Program lain, melanjutkan pembangunan setra-sentra industri selain logam dan batok, semisal sentra industri gula kelapa, sapu glagah, atau sentra industri kain, juga sentra industri jamu gendong.

"Dinperindag mesti menjalin komunikasi dengan desa agar potensi-potensi yang ada di desa mampu kita bantu untuk menggerakkan ekonomi masyarakat setempat," tuturnya.

Bupati Tiwi juga menyebut, keberlanjutan pembangunan Purbalingga Food Center (PFC) dengan alokasi anggaran Rp 2,6 miliar mampu dimanfaatkan secara maksimal.

Pembangunan yang akan dilakukan secara bertahap diharapkan semakin dirasakan manfaatnya oleh para PKL sebagai penggerak pemulihan ekonomi masyarakat.

"Saya ingin, pembangunan PFC tidak perlu dibuat megah tapi anggaran itu bisa digunakan seluas-luasnya untuk menjawab kebutuhan PKL yang selama ini belum tertangani," ujarnya.

Baca juga: Mudakir Tewas Tertabrak KA Argo Dwipangga saat Berjalan Kaki Menyeberang Rel di Pejagoan Kebumen

Baca juga: Ayah di Demak Tega Perkosa Anak Tiri, Dipicu Kesal Ditinggal Istri ke Yogya

Baca juga: FKUB Banyumas Kutuk Aksi Bom di Gereja Katedral Makassar: Tidak Ada Agama yang Menoleransi Kekerasan

Baca juga: Cemburu, Pemuda Asal Kalibagor Banyumas Aniaya Kekasih Pakai Kabel Charger HP. Kini Diamankan Polisi

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinperindag Johan Arifin menyampaikan, pihaknya juga segera memberlakukan elektronifikasi layanan pasar.

Program itu akan mulai diberlakukan di Pasar Bukateja dengan memberlakukan e-Retribusi, kemudian di Pasar Segamas berupa pemberlakuan e-Parkir.

Sedangkan di Pasar Bobotsari, sedang dirintis pemanfaatan lantai dua sebagai pusat perdagangan handphone (HP) bekas.

Tahun ini, juga menargetkan Pasar Bukateja sebagai Pasar Tertib Ukur.

Hal ini dilakukan agar pada 2023, Purbalingga masuk sebagai daerah tertib ukur dengan syarat minimal ada tiga pasar tertib ukur.

Usai apel pagi, Bupati Tiwi juga menyerahkan bantuan kendaraan bermotor roda tiga pengangkut sampah untuk UPTD Pasar wilayah I, II dan III.

Masing-masing diserahkan kepada ketua paguyuban Pasar Segamas, Bobotsari, dan Bukateja. (Tribunbanyumas/jti)

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved