Breaking News:

Berita Kriminal

Ayah di Demak Tega Perkosa Anak Tiri, Dipicu Kesal Ditinggal Istri ke Yogya

Aksi bejat dilakukan Khoiri (42), warga Desa Sidoharjo, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak. Dia tega memerkosa anak tirinya, N (15).

TRIBUNBANYUMAS/MUHAMMAD YUNAN SETIAWAN
Khoiri (memakai baju tahanan) memberi keterangan kepada Kasatreskrim Polres Demak AKP Agil Diwiyas Sampurna dalam gelar perkara percabulan anak, di Mapolres Demak, Senin (29/3/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, DEMAK - Aksi bejat dilakukan Khoiri (42), warga Desa Sidoharjo, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak. Dia tega memerkosa anak tirinya, N (15), yang masih dibawah umur.

Buruh bangunan itu melakukan tindakan tidak terpujinya saat korban sedang tidur di kamar. Setelah selesai melakukan aksinya, Khoiri mengancam korban.

Kasatreskrim Polres Demak AKP Agil Widiyas Sampurna mengatakan, siang sebelum peristiwa itu, Khoiri membelikan N, handphone.

"Setelah pelaku mencabuli korban, pelaku mengancamnya. Ojo omong karo makmu, marai tukaran karo makmu (Jangan bilang ibumu, nanti bisa bertengkar dengam ibumu)," kata Agil menirukan ancaman Khoiri, dalam gelar perkara di Mapolres Demak, Senin (29/3/2021).

Baca juga: Dapat Donasi Rp 8,5 Juta, Warga Timbulsloko Demak Bakal Lanjutkan Pembangunan Jalan Tembus Rob

Baca juga: Akibat Korsleting Listrik, Rumah Warga Karangawen Demak Ludes Dilalap Api

Baca juga: Sepekan, Angin Ribut Terjang 5 Kecamatan di Demak. 521 Rumah Rusak

Baca juga: 2 Rumah Rata dengan Tanah Diterjang Angin Ribut di Karangsono Mranggen Demak

Menurut Agil, saat Khoiri masuk ke kamar N, ibu N mengetahui.

Namun, sang ibu baru menanyai N terkait apa yang terjadi, keesokan pagi. Saat itulan, N mengaku diperkosa Khoiri.

Berbekal pengakuan N ini, keluarga melaporkan Khoiri ke polisi.

Sementara itu, Khoiri mengakui aksi bejat tersebut karena dorongan hawa nafsu. Dia pun mengaku, tidak dalam pengaruh minuman beralkohol.

Nafsunya muncul setelah cek cok dengan sang istri. Pertengkaran suami istri itu dipicu kepergian ibu N ke Yogyakarta selama empat hari untuk berjualan kalender.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Khoiri bakal dijerat Pasal 81 ayat (1) dan (3) Undang-unddang Nomor 23 Tahun 2002 tentan Perlindungan Anak.

"Ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun dan paling singkat 5 tahun, dan denda paling banyak Rp 5 miliar," ujarnya. (*)

Baca juga: FKUB Banyumas Kutuk Aksi Bom di Gereja Katedral Makassar: Tidak Ada Agama yang Menoleransi Kekerasan

Baca juga: Pebalap Liar di Bobotsari Purbalingga Kocar-kacir saat Polisi Datang, 10 Motor Ditinggal Pemilik

Baca juga: Cemburu, Pemuda Asal Kalibagor Banyumas Aniaya Kekasih Pakai Kabel Charger HP. Kini Diamankan Polisi

Baca juga: Identitas 1 Pelaku Bom Bunuh Diri di Gereja Katedral Makassar Terungkap, Terlibat Aksi di Filipina

Penulis: Muhammad Yunan Setiawan
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved