Breaking News:

Berita Cilacap

Pembahasan Alot sejak 2017, Revisi Perda RTRW Cilacap Akhirnya Disahkan. Poin Utama Soal Investasi

Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) revisi Kabupaten Cilacap Tahun 2011-2031 akhirnya disahkan.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/PERMATA PUTRA SEJATI
Pengendara melintas di Tugu Lilin, Kabupaten Cilacap, 22 Juli 2019. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) revisi Kabupaten Cilacap Tahun 2011-2031 akhirnya disahkan.

Wakil Bupati Cilacap Syamsul Aulia Rachman mengatakan, revisi Perda RTRW ini merupakan perjalanan panjang sejak 2017.

Hal ini diharapkan dapat menjadi jembatan bagi para investor yang akan masuk ke Kabupaten Cilacap.

Revisi Perda RTRW diharapkan dapat menyambut kepentingan nasional untuk Cilacap, sebagai pusat kegiatan nasional.

"Oleh karena itu, ini menjadi jembatan para investor. Pelaku usaha mestinya tidak merugikan warga Cilacap, justru menambah perekonomian di Cilacap," katanya dalam rilis, Rabu (24/3/2021).

Baca juga: Saudara Sepupu Dibunuh di Cilacap, Korban Lagi Hamil Tujuh Bulan, Alasan Pelaku Takut Ketahuan Istri

Baca juga: Revisi Perda RTRW Tak Kunjung Selesai, Pengamat Ekonomi Unsoed Purwokerto: Pemkab Cilacap Merugi

Baca juga: BKSDA Jateng Temukan Tanaman Mangrove Kategori Langka di Segara Anakan Cilacap, Ini Cirinya

Baca juga: Revisi Perda RTRW Tak Kunjung Rampung Sejak 2017, Pembangunan Gedung Kejari Cilacap Terganjal

Wabup menjelaskan, sumber daya lokal di Kabupaten Cilacap, baik sumber daya alam maupun manusia, dapat di optimalkan.

"Saya berkomitmen mengingatkan para investor untuk menggunakan sumber daya lokal di Cilacap supaya roda perekonomian di Cilacap bisa berputar dengan baik," ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, revisi Perda RTRW sempat tertunda dan tenggat pembahasannya tidak sesuai target.

Padahal, Perda RTRW ini menjadi pondasi utama bagi pemda meraup investasi sebanyak mungkin.

Apalagi, Presiden Joko Widodo telah menetapkan Cilacap sebagai Pusat Kegiatan Nasional (PKN).

Artinya, pemerintah pusat sudah memberi aba-aba akan menarik investor dan menanamkan investasi di Cilacap.

Selain itu Cilacap juga menjadi bagian dari wilayah pertumbuhan strategis baru yang terhubung dengan Tanjung Lesung-Sukabumi-Pangandaran.

Baca juga: Cegah Konflik Sosial, Plt Bupati Kudus Ajak Aparat dan Warga Ikut Lakukan Deteksi Dini

Baca juga: Komisi A DPRD Jateng Minta Polisi Giatkan Sosialisasi terkait Penerapan Tilang Elektronik

Baca juga: Pemerintah Resmikan Gudang Sistem Resi Gudang Bawang Merah di Brebes, Ini Manfaatnya

Baca juga: 5 Berita Populer: 78 Pelanggar Terjaring Tilang Elektronik Purwokerto-9 SD di Kudus Batal Tatap Muka

Ada juga kawasan industri, antara lain pengisian LPG, pengolahan aspal, pabrik pelumas, pelabuhan laut Tanjung Intan, dan Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap.

Cilacap juga punya potensi menjadi primadona investor karena punya sekitar 32 ribu hektare lahan yang siap digunakan untuk pengembangan industri berskala nasional.
(Tribunbanyumas/jti)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved