Berita Pemalang

Pohon Randu Jajar di Desa Sikasur Pemalang, Selain Hits untuk Swafoto Juga Menyimpan Cerita Mistis

Dua pohon randu besar mengapit Jalan Randudongkal-Belik Pemalang seolah menjadi pintu gerbang masuk daerah tersebut.

Penulis: budi susanto | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/BUDI SUSANTO
Pengendara melewati randu jajar di Jalan Randudongkal-Belik Pemalang di Desa Sikasur, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang, Jumat (19/3/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PEMALANG - Dua pohon randu besar mengapit Jalan Randudongkal-Belik Pemalang seolah menjadi pintu gerbang masuk daerah tersebut.

Dua pohon yang disebut warga randu jajar itu menjulan tinggi, bahkan memiliki tinggi dua kali lipat dari tiang listrik tak jauh dari dua pohon randu tersebut.

Dua pohon ini ada di Desa Sikasur, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang, yang juga jalan menuju perbatasan Purbalinga.

Pohon yang diyakini berumur ratusan tahun itu dikeramatkan warga.

Meski begitu, di kalangan anak-anak muda di wilayah tersebut, keberadaan pohon itu cukup populer.

Banyak dari mereka datang ke dekat lokasi pohon untuk berswafoto.

Hal itu lantaran keindahan lanskap sekitar berupa hamparan persawahan. Saat cuaca cerah, kemegahan Gunung Slamet juga terlihat dari titik ini.

Baca juga: Maraknya Kasus Libatkan Perempuan di Pemalang, Kapolres: Jangan Macam-macam, Kami Tindak Tegas

Baca juga: Kirana Layak Jadi Pioner Pendidikan di Pemalang, Semangat Bersekolah Meski Fisik Terbatas

Baca juga: Sedang Sebrangkan Motor, Kusno Kaget Ada Sosok Wanita Mengapung di Sungai Comal Pemalang

Baca juga: Besok Kamis, Pembelajaran Tatap Muka di Pemalang, Ada 42 Sekolah di Tahap Awal

Seperti yang dilakukan Novianatul Fadilah, gadis belasan tahun asal Kecamatan Bantarbolang, Pemalang, bersama rekannya.

Mereka sengaja mendatangi pohon randu jajar untuk mengabadikan foto dan akan mengunggah foto di media sosial.

"Sengaja ke sini untuk mengabadikan momen karena tempatnya bagus. Kalau cerita-cerita di sini, saya tidak tahu," katanya, Jumat (19/3/2021).

Sementara itu Rais, warga Desa Sikasur, yang setiap hari beraktivitas di sekitar randu jajar, percaya, pohon tersebut menjadi penjaga Desa Sikasur.

"Meski dianggap mistos tapi kami percaya hal itu, bahkan, tidak ada yang berani menebangnya," ucapnya.

Rais menceritakan, kejadian tak masuk akal yang sempat dilihat warga di pohon randu jajar tersebut.

"Dahan pohon pernah patah dan jatuh ke tanah, ukurannya juga besar. Karena warga tak berani memindahkan, akhirnya dibiarkan. Namun, keesokan harinya, dahan itu kembali lagi ke pohon bahkan tak ada bekas patahan," paparnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved