Breaking News:

Penanganan Corona

Peminat Vaksinasi Gotong Royong Tinggi, Tercatat Ada 11.542 Perusahaan dan UMKM yang Daftar ke Kadin

Per 14 Maret 2021, tercatat ada 11.542 perusahaan yang mendaftar program vaksinasi mandiri itu.

TRIBUN BANYUMAS/BUDI SUSANTO
Vaksin Sinovac yang diterima Puskesmas Randudongkal, Kabupaten Pemalang, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) telah menerima daftar perusahaan yang mendaftar vaksinasi gotong royong. Per 14 Maret 2021, tercatat ada 11.542 perusahaan yang mendaftar program vaksinasi mandiri itu.

Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Perkasa Roeslani menuturkan, untuk pendaftaran tahap II vaksinasi gotong royong, dibuka dari 10-24 Maret 2021.

Dengan jumlah perusahaan yang mendaftar saat ini maka total target vaksinasi sebanyak 7.403.356 orang yang mencakup karyawan dan keluarga karyawan.

"Ini masih terus berjalan. Jadi, yang mendaftar ini bukan hanya perusahaan besar tapi perusahaan menengah, kecil, bahkan UMKM pun ternyata banyak yang daftar. Saya cukup surprise karena dari asosiasinya mengatakan, apakah dari UMKM boleh mendaftar, kami sampaikan selama entitasnya itu adalah entitas Indonesia, silakan mendaftar," ungkap Rosan dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI, Senin (15/3/2021).

Baca juga: Perusahaan Rokok di Kudus Setuju Vaksinasi Gotong Royong, Karyawan Mulai Didaftarkan ke Kadin

Baca juga: Tak Lama Lagi! Tarif Maksimal Layanan Vaksinasi Gotong Royong Bakal Diterbitkan Kemenkes

Baca juga: Terungkap, Vaksin Sinovas Cuma Bisa Bertahan Dua Tahun, Harus Dihabiskan Tahun Ini

Baca juga: Beredar Kabar Vaksin Covid Kedaluwarsa 25 Maret 2021, Ini Penjelasan Dinkes Banyumas

Rosan pun mengapresiasi tingginya animo perusahaan peminat vaksinasi gotong royong. Apalagi, tak hanya perusahaan di bawah naungan Kadin tetapi juga UMKM.

"Beberapa UMKM, ternyata yang bekerja hanya 5 orang, hanya 10 orang, ikut mendaftar, ini suatu hal yang cukup positif," imbuhnya.

Berbeda Merek

Rosan menekankan, untuk merek vaksin yang akan digunakan dalam vaksinasi gotong royong berbeda dari merek vaksin yang digunakan dalam vaksinasi program pemerintah.

Terkait data penerima vaksin gotong royong, Rosan menyebut, pihaknya akan menyampaikan kepada Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Bio Farma untuk penyempurnaan Satu Data di Pemerintah.

Dengan begitu diharapkan takkan terjadi tumpang tindih data penerima vaksin Covid-19, baik program gotong royong atau program pemerintah.

Baca juga: Tas Kamera Hitam Sumbat Saluran Irigasi di Sine Sragen. Saat Dibuka, Berisi Mayat Bayi Perempuan

Baca juga: Bocah di Purbalingga Jadi Korban Kekerasan Orangtua: Saat Ditemukan Warga, Tangan dan Kaki Dirantai

Baca juga: Judi Domino di Banjarsari Bubar setelah Tim Sparta Polresta Solo Datang, Enam Orang Diamankan

Baca juga: Tempat Karaoke di Banyumas Sudah Boleh Buka, Pengunjung Wajib Tunjukkan Surat Negatif Covid-19

"Spirit-nya adalah program vaksinasi mandiri atau vaksinasi gotong royong ini tidak boleh ada komersialisasinya. Kedua, spiritnya adalah tetap vaksin gratis. Dimana, penerima vaksinnya tetap harus gratis, tidak membayar. Jadi, dalam hal ini, memang perusahaannya yang melakukan pembayaran untuk diberikan kepada para pekerja, pegawai, buruh, dan juga keluarga dari para pegawai itu," jelas Rosan. (*)

Artikel ini sudah tayang di Kontan.co.id dengan judul Kadin: Pendaftar vaksinasi gotong royong capai 11.542 perusahaan.

Editor: rika irawati
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved