Berita Salatiga
Mulai Besok, Disdik Salatiga Gelar Simulasi Pembelajaran Tatap Muka. Sementara Berlaku untuk SD
Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Salatiga bakal menyiapkan uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah, secara bertahap.
Penulis: M Nafiul Haris | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, SALATIGA - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Salatiga bakal menyiapkan uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah, secara bertahap.
Persiapan ini dilakukan menyusul izin dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang memperbolehkan PTM mulai Juli mendatang.
Kepala Disdik Kota Salatiga Yuni Ambarwati mengatakan, pada tahap awal uji coba PTM, peserta yang diperkenankan setingkat
pendidikan dasar (Dikdas).
"Rencana, mulai besok Selasa (16/3/2021). Ini bagian dari persiapan penerapan pembelajaran tatap muka yang rencananya akan dimulai pada Juli 2021 nanti," terangnya, Senin (15/3/2021).
Baca juga: Sudah Ada Enam Kamera Pengintai, Ujicoba Penerapan Tilang Elektronik di Kota Salatiga
Baca juga: Pesta Miras Berujung Maut di Salatiga, Tiga Mahasiswa UKSW Meninggal, Awalnya Alami Sesak Napas
Baca juga: Omzet Budi Bisa Capai Rp 75 Juta Tiap Bulan, Warga Salatiga Ini Cuma Andalkan Jual Tanaman Hias
Baca juga: Di Kota Salatiga, Harga Cabai Tembus Rp 120 Ribu per Kilogram
Menurut Yuni, secara resmi, penerapan PTM masih menunggu kebijakan pemerintah pusat.
Meski demikian, dirinya memastikan, Juli 2021, Kemendikbud telah memberikan izin seiring jadwal vaksinasi bagi tenaga pengajar.
Uji coba dilakukan untuk memastikan pelaksaan PTM secara serentak nanti dapat berjalan baik dan aman.
"Termasuk, nanti jika sudah diputuskan Juli wajib memulai PTM, kami pun tetap sama, akan membuka aktivitas belajar mengajar secara bertahap," katanya
Saat ini, pihaknya masih menunggu surat izin dari Satgas Covid-19 Kota Salatiga untuk menggelar uji coba.
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Salatiga Siti Zuraidah menyampaikan, terkait proses PTM secara umum telah siap.
Hanya saja, Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga mengikuti kebijakan perpanjangan PPKM skala mikro.
"Tenaga pendidik juga sudah kami data untuk mengikuti vaksinasi. Jumlahnya, sekitar sebanyak 2680 orang. Namun, pelaksanaannya menunggu kesiapan vaksin sendiri,” ujarnya. (*)
Baca juga: Tebing Setinggi 30 Meter Longsor, Jalan Penghubung Desa Wonorejo-Jatiyoso di Karanganyar Putus
Baca juga: Peminat Vaksinasi Gotong Royong Tinggi, Tercatat Ada 11.542 Perusahaan dan UMKM yang Daftar ke Kadin
Baca juga: Tas Kamera Hitam Sumbat Saluran Irigasi di Sine Sragen. Saat Dibuka, Berisi Mayat Bayi Perempuan
Baca juga: Beredar Kabar Vaksin Covid Kedaluwarsa 25 Maret 2021, Ini Penjelasan Dinkes Banyumas