Berita Ekonomi Bisnis

Di Kota Salatiga, Harga Cabai Tembus Rp 120 Ribu per Kilogram

Seorang pedagang cabai, Rumi (60) mengatakan, kenaikan harga cabai sudah terjadi mulai beberapa hari terakhir, hingga tembus Rp 120 ribu per kilogram.

Penulis: M Nafiul Haris | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/M NAFIUL HARIS
Seorang pedagang cabai Rumi (60) saat melayani pembeli di Pasar Blauran, Kota Salatiga, Selasa (9/3/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SALATIGA - Harga cabai yang dijual pedagang di pasaran Kota Salatiga menembus angka Rp 120 ribu perkilogram, Selasa (9/3/2021).

Kondisi tersebut, diduga karena keterbatasan suplai dari petani cabai pada wilayah Kopeng, dan Bandungan Kabupaten Semarang berkurang akibat gagal panen.

Seorang pedagang cabai, Rumi (60) mengatakan, kenaikan harga cabai sudah terjadi mulai beberapa hari terakhir.

Dari Rp 60 ribu perkilogram menjadi Rp 85 ribu sampai terakhir Rp 120 ribu.

Baca juga: Ini Keuntungan Petani Kota Salatiga Jika Ikuti Program AUTP, Kalau Gagal Panen Bisa Klaim Asuransi

Baca juga: Vaksinasi bagi Lansia di Salatiga Dimulai Sabtu, Tahap Pertama untuk 4000 Orang

Baca juga: 2 Polisi di Salatiga dan Wonogiri Dicopot dari Jabatan, Tersandung Kasus Narkoba

Baca juga: PPKM Mikro Dinilai Efektif, Kasus Covid di Kota Salatiga Turun

"Semula harga cabai rawit bertahan cukup lama di angka Rp 60 ribu."

"Kemudian perlahan mengalami kenaikan sampai hari ini Rp 120 ribu perkilogram," terangnya kepada Tribunbanyumas.com, di Pasar Blauran, Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga, Selasa (9/3/2021)

Menurut Rumi, terjadinya lonjakan harga cabai diduga karena petani cabai yang biasanya mensuplai kebutuhan pedagang menjadi terbatas akibat gagal panen.

Terlebih mengingat curah hujan tinggi menyebabkan tanaman cabai rusak atau membusuk.

Ia menambahkan, kenaikan harga cabai dari hari ke hari berkisar Rp 10 hingga Rp 25 ribu.

Imbas adanya kenaikan harga komoditas cabai beragam jenis tersebut diakui berdampak pada menurunnya penjualan.

"Sejak harga cabai menjadi mahal dampaknya ya pembelian menurun terlebih pedagang untungnya lebih sedikit."

"Kami di sisi lain juga kesulitan mencari bahan baku," katanya.

Kepala Disdag Kota Salatiga, Kusumo Aji menyatakan, kenaikan harga cabai sementara ini dinilai masih dalam batas normal kemampuan daya beli masyarakat.

"Memang benar ada kenaikan harga cabai tetapi kami menilai masih batas wajar."

"Untuk cabai merah keriting Rp 41 ribu perkilogram."

"Lalu cabai teropong Rp 38 ribu, kemudian jenis rawit merah Rp 85 ribu dan rawit hijau Rp 52 ribu," ujarnya. 

Terkait kenaikan harga cabai dirinya bakal terus melakukan pemantauan setiap harinya.

Jika ditemukan kenaikan yang melebihi kewajaran akan dilakukan operasi pasar. (M Nafiul Haris)

Baca juga: Lansia di Banyumas Meninggal Beberapa Jam setelah Divaksin, Bupati: Itu Kena Stroke atau Hipertensi

Baca juga: Masih Ada Diskriminasi Perempuan, Organisasi Kemahasiswaan di Banyumas Tuntut Pengesahan RUU PKS

Baca juga: PT KAI Hadirkan KA Kertanegara, Relasi Purwokerto-Malang, Berikut Jadwal Keberangkatannya

Baca juga: 687 Lulusan UMP Diwisuda di Lapangan Mas Mansoer Purwokerto, Suwondo: Prokesnya Luar Biasa Baik

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved