Berita Karanganyar
Tebing Setinggi 30 Meter Longsor, Jalan Penghubung Desa Wonorejo-Jatiyoso di Karanganyar Putus
Tanah longsor mengakibatkan jalan utama penghubung Desa Wonorejo dengan Desa Jatiyoso di Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar, putus.
Penulis: Agus Iswadi | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, KARANGANYAR - Tanah longsor mengakibatkan jalan utama penghubung Desa Wonorejo dengan Desa Jatiyoso di Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar, putus, Minggu (14/3/2021).
Hingga Senin (15/3/2021) siang, akses jalan tersebut masih ditutup lantaran proses pembersihan material longsor belum rampung.
Material longsor sempat menutup badan jalan sepanjang sekitar 20 meter.
Proses evakuasi dilakukan tim gabungan dari BPBD, relawan, warga, Satpol PP, serta Forkopimcam.
Kalakhar BPBD Karanganyar Sundoro Budi Karyanto menyampaikan, longsor tak hanya menutup jalan tetapi juga menerjang tiang listrik.
"Banyak jalur alternatif lain (jalan kampung). Tiang listrik yang ada di dekat titik longsor juga terkena material, sudah koordinasi dengan PLN," kata Sundoro saat dihubungi, Senin.
Baca juga: Alasan DKK Karanganyar Prioritaskan Vaksinasi di Tiga Pasar Ini, Pekan Depan Ditarget Rampung
Baca juga: Vaksinasi Mulai Sasar Pedagang Pasar Wisata Tawangmangu Karanganyar, Satoto: Ada 955 Penerima
Baca juga: Karena Masih Masa Pandemi, Upacara Tawur Agung Jelang Nyepi Dipersingkat di Karanganyar
Baca juga: Tiga Bulan Belum Gajian, Nasib Ribuan Guru Honorer di Karanganyar, Disdikbud: Mohon Bersabar Dahulu
Terpisah, Plt Camat Jatiyoso Kusbiyantoro menambahkan, selain dilakukan secara manual, evakuasi material longsor juga menggunakan ekskavator.
Proses vakuasi sempat dihentikan sementara karena hujan turun di kawasan tersebut. Kusbiyantoro mengatakan, proses membersihkan material longsor bakal dilanjutkan saat cuaca memungkinkan.
"Panjangnya (material longsor yang menutup jalan) sekitar 20 meter. Tanah itu turun dari ketinggian sekitar 30 meter. Sampai ke bawah, pohon sampai terpental ke sungai," ucapnya.
Untuk mengantisipasi longsor susulan, warga sudah membuat tanggul dari bagor guna menahan air dari atas, mengalir ke bekas longsoran.
Warga juga sudah membuat parit sehingga air dari atas bisa mengalir ke sisi kanan dan kiri tebing.
Sementara itu, terkait penanganan jaringan listrik yang padam, pihak kecamatan telah berkoordinasi dengan PLN.
"Tiang listrik mental sampai bawah (terkena material longsor). Listrik di sebelah timur longsoran mati. Ada sekitar tiga dusun (terdampak). Hari ini kelihatannya sudah ada penanganan dari PLN," ujarnya. (*)
Baca juga: Peminat Vaksinasi Gotong Royong Tinggi, Tercatat Ada 11.542 Perusahaan dan UMKM yang Daftar ke Kadin
Baca juga: Tas Kamera Hitam Sumbat Saluran Irigasi di Sine Sragen. Saat Dibuka, Berisi Mayat Bayi Perempuan
Baca juga: Beredar Kabar Vaksin Covid Kedaluwarsa 25 Maret 2021, Ini Penjelasan Dinkes Banyumas
Baca juga: Bocah di Purbalingga Jadi Korban Kekerasan Orangtua: Saat Ditemukan Warga, Tangan dan Kaki Dirantai