Berita Kendal

Pandemi Covid-19 Belum Berakhir, Pemkab Kendal Berani Pasang Target PAD Wisata Rp 1,8 Miliar

Pemerintah Kabupaten Kendal menargetkan pendapatan asli daerah (PAD) sektor pariwisata 2021 Rp 1,8 miliar meski pandemi Covid-19 belum teratasi.

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: rika irawati
TRIBUN BANYUMAS/SAIFUL MA'SUM
Sejumlah pengunjung sedang melihat pertunjukan ikan lumba-lumba di kawasan Pantai Cahaya Sendang Sikucing Kecamatan Rowosari, Selasa (8/9/2020). Pantai Cahaya Sendang Sikucing menjadi satu destinasi wisata unggulan di Kendal. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KENDAL - Pemerintah Kabupaten Kendal menargetkan pendapatan asli daerah (PAD) sektor pariwisata 2021 Rp 1,8 miliar meski pandemi Covid-19 belum teratasi.

Kepala Bidang Pariwisata Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kardiyantomo mengatakan, target ini diharapkan dapat tercapai selama 1 tahun untuk menutupi PAD 2020 yang tidak tercapai targetnya.

Hanya saja, mengingat daya tarik masyarakat menurun karena terdampak pandemi Covid-19, pihaknya tidak memaksa para pengelola wisata milik pemda atau swasta, bisa memenuhi target tersebut.

Dengan catatan, tetap berupaya maksimal untuk menarik wisatawan dengan menyediakan sarana protokol kesehatan dan wahana-wahana yang inovatif.

"Target Rp 1,8 miliar ini akan disesuaikan lagi. Paling tidak, di angka Rp 600 juta-Rp 800 juta, minimal, karena masih terjadi pandemi Covid-19 di mana obyek wisata tidak bisa beroperasi maksimal karena adanya pembatasan," terangnya, Minggu (7/3/2021).

Baca juga: Harga Cabai Masih Tinggi, Cabai Setan Rp 90 Ribu di Temanggung, Pasar Kaliwungu Kendal Rp 100 Ribu

Baca juga: Pura-pura Jadi Polisi, 2 Warga Semarang Gondol HP dan Emas Remaja di Pelabuhan Kaliwungu Kendal

Baca juga: Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun, Muhammad Thohir Tewas Terserempet Kereta, Anggota DPRD Kendal

Baca juga: Chacha Frederica Bakal Tangani Masalah Stunting di Kendal, Masuk Program 100 Hari Bupati Dico

Dikatakannya, meski destinasi wisata mulai dibuka kembali, pihak pengelola belum bisa menarik pengunjung lewat event.

Mereka harus memaksimalkan wahana yang ada dengan menambah fasilitas pendukung agar masyarakat tidak takut lagi untuk berwisata.

Kardiyantomo menjelaskan, PAD sektor pariwisata pada 2020 lalu menurun drastis 66 persen dari total target.

Artinya, hanya tercapai 34 persen atau Rp 600 juta dari target total Rp 1,8 miliar.

Hal itu, lantaran selama 2020, sebagian besar obyek wisata milik pemerintah daerah dan swasta tidak beroperasi penuh.

Mereka sempat beroperasi pada Januari 2020, sebelum pandemi corona masuk Kendal, kemudian ditutup beberapa bulan dan dibuka kembali pada pertengahan tahun.

Itupun, menurut Kardiyantomo, tidak berdampak efektif karena pengunjung tetap menurun, terdampak adanya pebatasan.

Di samping itu, minat masyarakat berwisata pun masih menurun.

Baca juga: 51 Orang Diswab, Sempat Kontak Erat dengan 5 Pedagang Positif Covid-19 Pasar Jambangan Karanganyar

Baca juga: Kompak Tolak KLB Deli Serdang, DPD dan DPC Demokrat Jateng Menyatakan Setia pada Keluarga SBY

Baca juga: Tanpa Gejolak, Abdul Hakim Kembali Pimpin DPC PKB Blora untuk Periode 2021-2026

Baca juga: Tak Sekadar Perhentian Akhir Bus, Terminal Mangkang Semarang Bakal Dilengkapi Mal Pelayanan Publik

Rata-rata, mereka masih takut keluar rumah agar bisa menghindari berkerumun pada satu tempat.

Penurunan pengunjung tiap obyek wisata mencapai 70-80 persen. Hal itulah yang menyebabkan penurunan omset dari sektor pariwisata di Kendal. Baik pariwisata yang dikelola pemkab, seperti Pantai Sendang Sikucing, Kolam Renang Boja, Curug Sewu, Goa Kiskendo, maupun pariwisata swasta.

"Jika PAD Kendal sektor wisata dikelola pemda mendapatkan Rp 600 juta maka rata-rata PAD dari empat wisata sebesar Rp 150 juta, bisa diupayakan. Berharap sih, untuk pariwisata milik pemda saja mencapai 70 persen untuk memaksimalkan target PAD supaya bisa tercapai maksimal," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved