Breaking News:

Pelayanan Publik

Tak Sekadar Perhentian Akhir Bus, Terminal Mangkang Semarang Bakal Dilengkapi Mal Pelayanan Publik

Setelah selesai direhabilitasi Kementrian Perhubungan, terminal ini akan dilengkapi Mal Pelayanan Publik.

TRIBUN BANYUMAS/EKA YULIANTI FAJLIN
Tampilan baru Terminal Mangkang Semarang seusai dilakukan rehab oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Selasa (1/12/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Terminal Mangkang Semarang diproyeksikan sebagai pusat perekonomian. Setelah selesai direhabilitasi Kementrian Perhubungan, terminal ini akan dilengkapi Mal Pelayanan Publik.

Selain menawarkan investasi kepada pihak ketiga, Kementrian Perhubungan juga menawarkan kepada Pemerintah Kota Semarang agar membuka mall pelayanan publik di terminal ini.

"Ini kami ditawari ada ruangan di Terminal Mangkang. (Kemenhub) menawarkan ke Pak Wali untuk dimanfaatkan sebagai Mal Pelayanan Publik," papar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Penataan Ruang (Distaru) Kota Semarang, M Irwansyah, Minggu (7/3/2021).

Baca juga: Okupansi Tinggal 40 Persen, Pemkot Semarang Pertimbangkan Tutup Rumah Isolasi Asrama Haji

Baca juga: Tak Usah Galau, Dinkes Kota Semarang Mengatakan, Vaksin Sinovac Juga Ampuh Tangkal Virus Corona B117

Baca juga: Catatan Sejarah Banjir Bandang di Kota Semarang: Terparah Tahun 1990, Ketinggian Air Hampir 10 Meter

Baca juga: Hakim PN Semarang Dilaporkan ke Bawas MA. Putusan Terkait Permohonan Pailit Jadi Pemicu

Irwansyah mengatakan, Kota Semarang, memang belum memiliki Mal Pelayanan Publik yang bisa melayani berbagai proses pelayanan, termasuk pelayanan pembuatan SKCK dan SIM.

Lewat tawaran ini, dia ingin, Kota Semarang bisa memiliki Mal Pelayanan Publik yang memenuhi semua pelayanan.

Meski lokasi cukup jauh, yakni berada di perbatasan kota, ruangan yang disediakan di Terminal Mangkang cukup luas dan representatif sebagai tempat pelayanan publik. Dia berharap, mal pelayanan publik ini bisa terealisasi.

"Jadi, masyarakat cukup nyaman. Yang jelas, bisa memuat semua pelayanan DPMPTSP, kepolisian, kependudukan, mungkin nanti BPJS atau perbankan bisa masuk," sebutnya.

Menurutnya, fungsi utama kawasan itu tetap menjadi terminal. Mall pelayanan publik merupakan tambahan fasilitas yang bisa meramaikan terminal. Sehingga, ada perputaran ekonomi yang lebih maju di kawasan Mangkang.

"Syukur-syukur tidak hanya mal pelayanan publik tapi bisa aktivitas perdagangan yang lain," tambahnya.

Baca juga: Pemain PSIS Semarang Bersiap Hadapi Piala Menpora, Latihan setelah Hasil Rapid Antigen Keluar

Baca juga: Dibedah Ahli, Jenglot Temuan di Makam Mbah Akasah Kudus Terbuat dari Gabus dan Dinyatakan Palsu

Baca juga: Ketua Baru DPC PKB Solo Bukan Harapan, Belasan PAC Walk Out dan Ancam Mogok Gerakkan Mesin Partai

Baca juga: Okupansi Tinggal 40 Persen, Pemkot Semarang Pertimbangkan Tutup Rumah Isolasi Asrama Haji

Irwansyah melanjutkan, sejauh ini, memang baru penawaran.

Mengenai sistem penggunaan tempat, dia perlu membicarakan lebih lanjut dengan Kementrian Perhubungan.

Selanjutnya, pemkot juga akan melakukan kajian mengenai hal itu. (*)

Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved