Berita Semarang
Okupansi Tinggal 40 Persen, Pemkot Semarang Pertimbangkan Tutup Rumah Isolasi Asrama Haji
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan, tingkat hunian di rumdin maupun asrama haji, rata-rata tinggal 30-40 persen.
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: rika irawati
Sedangkan di RS William Both, jumlah pasien biasanya mencapai delapan orang, saat ini sekitar empat orang.
Bahkan, RSUD Wongsonegoro, saat ini, menutup tempat isolasi di gedung diklat Pemerintah Kota Semarang.
"Yang masih banyak di RS Kariadi, kisaran 60-70 persen. Begitu juga di RSUD Wongsonegoro, tapi saat ini RSUD juga sudah menutup isolasi di gedung diklat," ujarnya.
Baca juga: Bukan Moeldoko, Pemerintah Masih Akui AHY sebagai Ketum Partai Demokrat. Begini Penjelasan Mahfud MD
Baca juga: 5 Berita Populer: Kisah Gadis Pelukis Banjarnegara-5 Pejabat PDAM Kota Tegal Diperiksa Kejaksaan
Baca juga: Abaikan Papan Peringatan, 2 Remaja Tewas Tenggelam di Kubangan Bekas Galian di Paketiban Tegal
Senada dengan Hendi, Hakam memaparkan, penurunan kasus Covid-19 di Kota Semarang juga dirasakan dari adanya program vaksinasi yang telah berjalan sejak Januari lalu.
Persentase kasus Covid-19 di kalangan nakes turun mencapai 40 persen.
"Itu dari nakes. Itu belum sempurna karena nakes masih ada yang divaksin," imbuhnya.
Setelah vaksinasi tahap dua suntikan kedua dilaksanakan, Hakam akan menganalisa penurunan kasus, terutama di wilayah yang menjadi penyumbang kasus terbesar di Semarang, antara lain Tembalang, Banyumanik, Semarang Barat, dan Pedurungan.
"Nanti kami lihat jumlahnya, sudah berapa yang kami vaksin (di wilayah itu), penurunan kasusnya berapa," katanya.
Sementara itu, berdasarkan data di laman siagacorona.semarangkota.go.id, hingga Minggu pukul 13.00, Covid-19 aktif di Semarang masih 381 kasus.
Rinciannya, 285 merupakan warga Semarang dan 96 merupakan warga lua kota. (*)