Berita Populer

5 Berita Populer: Kisah Perawat Luka di Banjarnegara-Rekonstruksi Pembunuhan Keluarga Dalang Rembang

Berikut berita populer dan paling banyak menarik minat pembaca Tribunbanyumas.com, Kamis:

Editor: rika irawati
TRIBUN BANYUMAS/KHOIRUL MUZAKKI
Mamat Setiawan atau Kang Mamat, sosok perawat luka di RSI Banjarnegara. 

Hal ini terungkap dalam webinar yang digelar Rabu (3/3/2021). Webinar ini menghadirkan sejumlah mara sumber, di antaranya gubernur Jawa Tengah dan pihak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, PT Unilever Indonesia, Kabupaten Cilacap, dan SBI.

Artikel selengkapnya bisa dibaca di sini.

3. Peragakan 53 Adegan, Pembunuh Dalang Rembang Hantamkan Balok Kayu 4 Kali ke Istri Anom Subekti.

Polres Rembang menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan dalang Rembang Anom Subekti, Kamis (4/3/2021). Ada 53 adegan yang diperagakan tersangka kasus pembunuhan sekeluarga itu, Sumani.

Rekonstruksi digelar di lokasi kejadian, di Padepokan Ongko Joyo di Desa Turusgede, Kecamatan Rembang Kota, Kabupaten Rembang.

Kapolres Rembang AKBP Kurniawan Tandi Rongre mengatakan, 53 adegan yang diperagakan Sumani merupakan kegiatan yang dilakukan tersangka dari awal sampai akhir, selama berada di rumah Anom.

Baca juga: 2 Bulan Dicari, Pembuang Bayi di Waduk Jenderal Soedirman Banjarnegara Akhirnya Ditangkap

Baca juga: Virus Corona B117 Sempat Infeksi TKI Asal Brebes, 7 Keluarga Jalani Isolasi Mandiri

Baca juga: Partai Demokrat Pati Tolak KLB, Ketua DPC: Kami Setia kepada AHY

"Untuk rekonstruksi ini, ada 53 adegan rekonstruksi. Yang mana, tadi diawali dari kedatangan saksi-saksi sampai pelaku melakukan aksi pembunuhan dan pelaku meninggalkan TKP (tempat kejadian perkara)," ucap Rongre usai menggelar rekonstruksi di lokasi, Kamis.

Artikel selengkapnya bisa dibaca di sini.

4. Catatan Sejarah Banjir Bandang di Kota Semarang: Terparah Tahun 1990, Ketinggian Air Hampir 10 Meter.

Banjir bandang beberapa kali melanda Kota Semarang. Tak hanya menggenangi permukiman, banjir juga membuat sejumlah nyawa melayang.

Sejarah mencatat, sejak tahun 1922, terjadi lima kali banjir bandang di Kota Lumpia.

Ini terlihat dari catatan Monumen Bajir yang ada di sisi timur pintu air Bendung Simongan atau bendungan Pleret.

Bendungan ini menjadi pembatas antara Kaligarang dan Kali Semarang.

Monumen tersebut cukup sederhana, berupa grafik deretan garis-garis merah dengan angka yang menunjukkan tanggal kejadian serta ketinggian banjir.

Artikel selengkapnya bisa dibaca di sini.

Halaman
123
Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved