Breaking News:

Berita Purbalingga

Kenalkan Sapta Cipta, Ini 7 Program Prioritas Bupati dan Wakil Bupati Purbalingga Periode 2021-2026

Tujuh program yang bakal dijalankan Tiwi di periode kedua jabatan sebagai bupati ini diberi nama Sapta Cita.

TRIBUNBANYUMAS/Permata Putra Sejati
Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi menyampaikan program kerja prioritas dan unggulan yang akan dikerjakannya lima tahun ke depan, dalam rapat paripurna DPRD Purbalingga, Kamis (4/3/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Di hadapan 36 anggota DPRD Purbalingga, Bupati Dyah Hayuning Pratiwi memaparkan program kerja prioritas yang bakal menjadi panduannya memimpin Purbalingga, lima tahun ke depan.

Tujuh program yang bakal dijalankan Tiwi di periode kedua jabatan sebagai bupati ini diberi nama Sapta Cita.

Tiwi mengatakan, Sapta Cita pertama adalah menyelenggarakan pemerintah yang profesional, efektif, inovatif, bersih, akuntabel dan demokratis.

Kedua, mendorong kehidupan masyarakat religius yang beriman dan bertaqwa serta mengembangkan paham kebangsaan.

"Hal ini penting diterapkan guna mewujudkan terciptanya rasa aman dan tenteram, dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara," kata Tiwi dalam Rapat Paripurna DPRD dengan agenda Penyampaian Pidato Bupati Terlantik Hasil Pilkada Serentak Tahun 2020.

Baca juga: Kepada Kades, Bupati Purbalingga Minta Perbaikan Jalan dan Penerangan Jalan Jadi Prioritas Perhatian

Baca juga: Kedatangan Tamu Polisi, Pesta Miras 13 Anak Muda di Lapangan Kembangan Purbalingga Langsung Bubar

Baca juga: TMMD Purbalingga Dimulai, Kegiatan Fisik Difokuskan untuk Pembangunan Jalan Baru di Desa Tumanggal

Baca juga: Bantu Warga Terdampak Covid, Bupati Purbalingga Siapkan Kartu Prakerja dan Santunan Kematian

Sementara, Sapta Cipta yang Ketiga, terkait dengan upaya mencukupi kebutuhan pokok masyarakat, utamanya pangan dan papan, secara layak.

Keempat, meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui peningkatan derajat pendidikan dan derajat kesehatan masyarakat.

Kelima, yaitu mempercepat pertumbuhan dan pemerataan ekonomi rakyat dengan mendorong simpul perekonomian, utamanya dalam industri pengolahan.

"Semisal, manufaktur, pertanian, perdagangan, jasa, pariwisata, UMKM dan ekonomi kreatif, untuk menciptakan lapangan kerja," imbuhnya.

Keenam, terkait upaya meningkatkan pembangunan berbasis desa dan kawasan pedesaan, dengan optimalisasi pembinaan, kemasyarakatan dan pemberdayaan masyarakat desa.

Baca juga: Berniat Beli Ponsel? Intip Daftar Ponsel Terkencang versi Antutu Berikut sebagai Pertimbangan

Baca juga: 6 Laskar FPI yang Tewas di Km 50 Tol Jakarta-Cikampek Jadi Tersangka, Ini Alasan Polisi

Baca juga: Pemkab Cilacap dan 2 Perusahaan Lanjutkan Kerja Sama Pengolahan Sampah Sistem RDF di TPA Jeruk Legi

Baca juga: Peragakan 53 Adegan, Pembunuh Dalang Rembang Hantamkan Balok Kayu 4 Kali ke Istri Anom Subekti

Ketujuh, adalah meningkatkan kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana wilayah infrastruktur, dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.

Tiwi mengatakan, dirinya tidak menentukan target 100 hari pertama. Namun, dia telah berkomitmen menentukan prioritas untuk membenahi tiga isu krusial.

"Adapun tiga prioritas itu adalah penekanan jumlah kasus COVID-19, pemulihan ekonomi akibat COVID-19 dan perbaikan infrastruktur jalan," imbuhnya. (*)

Penulis: Permata Putra Sejati
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved