Berita Purbalingga

Bantu Warga Terdampak Covid, Bupati Purbalingga Siapkan Kartu Prakerja dan Santunan Kematian

Pemerintah Kabupaten Purbalingga segera meluncurkan sejumlah program dalam rangka pemulihan ekonomi dan penurunan angka kemiskinan.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/KHOIRUL MUZAKI
Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi sebelum mengecek pelaksanaan pilkada di Purbalingga bersama Forkompinda, Rabu (9/12/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Pemerintah Kabupaten Purbalingga segera meluncurkan sejumlah program dalam rangka pemulihan ekonomi dan penurunan angka kemiskinan.

Satu di antaranya, program Kartu Prakerja Purbalingga yang akan diberikan kepada warga yang kehilangan pekerjaan akibat pandemi Covid-19.

"Kartu Prakerja ini bagi mereka yang kemarin kehilangan pekerjaan dan belum tercover bantuan pusat. Nanti akan kami data. Tentunya, data ini mulai dari bottom-up, dari tingkat desa," ujar Bupati Dyah Hayuning Pratiwi seusai apel pagi di Kecamatan Bukateja, Senin (1/3/2021).

Baca juga: Diresmikan Bupati Purbalingga, Huntara di Tumanggal Siap Dihuni Korban Tanah Gerak

Baca juga: Citilink dan Wings Air Siap Dukung Pembukaan Penerbangan di Bandara JB Soedirman Purbalingga

Baca juga: Senggol Truk Tronton di Kedungmenjangan Purbalingga, Pemotor Terjatuh. Pembonceng Tewas

Baca juga: Kemarin Jumat Ditemukan Pria Tanpa Identitas Meninggal di Selakambang Purbalingga, Ini Ciri-cirinya

Dalam rilis yang diterima, Pemkab Purbalingga juga akan memberikan santunan kematian bagi ahli waris warga masyarakat yang tidak mampu.

Sistem pelaporannya berjenjang, mulai dari tingkat desa, kecamatan, sampai kabupaten.

Program lain, dalam rangka pemulihan ekonomi yang diakibatkan pandemi Covid-19 adalah program pemberian hibah.

Anggaran hibah ini diberikan kepada kelompok-kelompok UMKM, kelompok tani, termasuk kelompok pegiat pariwisata.

"Anggaran hibah ini mulai dari Rp 10 juta-Rp 30 juta, yang nanti akan digelontorkan kepada masyarakat untuk memastikan agar pertanian, UMKM, dan juga wisata ini bisa terus bergerak di tengah pandemi Covid-19," tuturnya.

Masa awal menjabat di periode kedua ini, bupati yang akrab disapa Tiwi iini akan memprioritaskan penanganan Covid-19, vaksinasi, pemulihan ekonomi masyarakat, hingga perbaikan infrastruktur, utamanya jalan jembatan.

Satu di antara yang menjadi sorotan masyarakat di media sosial adalah jalan rusak dan berlubang.

Baca juga: Bikin Heboh, Warga Temukan Jenglot di Area Makam Mbah Akasah Kudus

Baca juga: Diduga Kesetrum, Penebang Pohon di Buayan Kebumen Tewas. Tabung BBM Gergaji Mesin Juga Meledak

Baca juga: Ketemu PGRI Banjarnegara, Anggota DPD Bambang Sutrisno Janji Perjuangkan Guru Honorer Lama Jadi PPPK

Baca juga: Truk Terperosok ke Kebun Sedalam 50 Meter, Warga Jenawi Karanganyar Bahu Membahu Tarik secara Manual

Terlebih, tingginya curah hujan memperparah kondisi jalan.

Bupati berpesan agar permasalahan jalan diselesaikan bersama.

Terutama, perlu dipilah antara jalan desa, jalan kabupaten, maupun jalan provinsi.

"Jalan kabupaten menjadi tanggungjawab pemerintah daerah. Sebaliknya, jalan desa menjadi tanggungjawab pak kades dan bu kades yang ada di wilayah," katanya.

Bupati menginginkan agar pemkab Purbalingga kembali meraih predikat Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk yang kelima kalinya.

Opini WTP dari BPK akan dapat diraih kembali ketika semua unit kerja, mulai dari OPD sampai tingkat kecamatan dan desa, melakukan pengelolaan administrasi dan keuangan secara benar. (Tribunbanyumas/jti)

Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved