Breaking News:

Berita Karanganyar

Truk Terperosok ke Kebun Sedalam 50 Meter, Warga Jenawi Karanganyar Bahu Membahu Tarik secara Manual

Warga bergotong-royong menarik truk tangki yang terperosok ke perkebunan di Dukuh Milir, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar.

Penulis: Agus Iswadi | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/Istimewa
Warga bergotong-royong menarik truk yang terperosok ke perkebunan di Dukuh Milir, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar, Minggu (28/2/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KARANGANYAR - Warga bergotong-royong menarik truk tangki yang terperosok ke perkebunan di Dukuh Milir, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar, Minggu (28/2/2021).

Truk tangki bernomor polisi AD 1973 DF itu dikemudikan Iwan (28), warga Desa Anggrasmanis, Kecamatan Jenawi.

Truk mengalami kecelakaan tunggal hingga terperosok ke perkebunan warga sedalam 50 meter.

Truk dalam perjalanan menuju Desa Kemuning untuk mengisi air.

"Kabin truk terbuka sendiri, akhirnya truk oleng dan sopir tidak bisa mengendalikan. Truk terperosok ke perkebunan warga. Jaraknya sekitar 50 meter dari jalan raya," kata Kanit Laka Polres Karanganyar Ipda Widya S Putri, saat dihubungi Tribunbanyumas.com, Senin (1/3/2021).

Baca juga: Sudah Ada 497 Penerima Manfaat PKH Mengundurkan Diri, Data Dinsos Karanganyar Hingga Februari 2021

Baca juga: 144 Peserta Dibagi 7 Bidang, BLK Karanganyar Bakal Gelar Pelatihan Berbasis Kompetensi

Baca juga: 119 Ahli Waris di Karanganyar Gagal dapat Santunan Kematian Covid, Dinsos: Santunan Tidak Ada Lagi

Baca juga: Ruang Baca Disarpus Karanganyar Sudah Dibuka Lagi, Ini Jam Operasional Kunjungan Selama Pandemi

Akibat kecelakaan itu, sopir terpaksa dilarikan ke rumah sakit dan mendapat jahitan akibat luka robek di bagian kaki.

Kapolsek Jenawi AKP Handoyo menambahkan, kecelakaan tunggal itu pertama kali diketahui warga, Minggu dini hari.

Berdasarkan keterangan saksi, sopir dapat keluar dari kabin sebelum truk terguling ke perkebunan warga.

"Ada suara, minta tolong. Warga kemudian mengevakuasi (sopir). Kebetulan, lokasi tidak jauh dari permukiman. Evakuasi truk paginya. Yang penting, korban dulu dibawa ke rumah sakit," ucapnya.

Evakuasi truk yang terguling dilakukan secara cara manual.

Warga sekitar beserta relawan, bergotong-royong menarik truk tangki itu menggunakan tali tambang. Evakuasi truk berlangsung sekitar 2 jam.

"Budaya masyarakat Jenawi, gotong-royong, masih kental. Ini hal baik, perlu kita pupuk. Situasi apapun, apalagi situasi pandemi ini. Perlu bersama-sama saling peduli," ungkap AKP Handoyo.

Menurutnya, selain faktor keselamatan dalam berkendara, kondisi jalan turut mempengaruhi kecelakaan tunggal itu.

"Kami imbau, sebelum berkendara, cek dulu. Jalan juga mempengaruhi, itu kan jalan turunan. Mungkin kalau jalan netral (datar), tidak akan sampai jomplang (kabin). Saat turunan, otomatis beban berat ke depan. Kalau tidak sempurna, tidak berfungsi normal, ya terjadi seperti itu," jelas Kapolsek.

Baca juga: Tak Berkutik, 5 Bapak di Tembalang Semarang Dibekuk Polisi saat Asyik Judi Biliar di Rumah Kosong

Baca juga: Bioskop di Purwokerto Dapat Lampu Hijau Buka, Tempat Karaoke Belum. Ini Alasan Bupati Banyumas

Baca juga: IAIN Kudus Ajukan Izin Belajar di Kampus, Plt Bupati: Kami Belum Membolehkan Semua KBM Tatap Muka

Baca juga: 584 Ahli Waris Pasien Covid di Semarang Batal Dapat Santunan Kematian, Dinsos Bakal Surati Mensos

Akibat kecelakaan tunggal itu, kaca depan truk tangki air itu pecah dan ada sedikit penyok di bagian kabin truk. Dia menuturkan, truk tangki itu merupakan milik paman korban.

"Di situ tanah perkebunan, gembur. Itu tidak memperparah kerusakan kendaraan," tuturnya.

Sedangkan terkait kerusakan kebun, Kadus dan Kades telah berkoordinasi dengan pemilik kebun yang kebetulan juga warga sekitar. Kejadian itu telah diselesaikan secara musyawarah. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved