Breaking News:

Berita Pendidikan

Diskusi Pendidikan Bersama Bupati Banyumas, Achmad Husein: Kerja Sama Program PINTAR Dilanjutkan

Perlu ada antisipasi dengan sistem atau aplikasi yang memudahkan mereka untuk bisa terus belajar dan terpantau capaiannya. Ini solusinya di Banyumas.

Penulis: Permata Putra Sejati
Editor: deni setiawan
PEMKAB BANYUMAS
Bupati Banyumas Achmad Husein berfoto bersama seusai diskusi pendidikan program PINTAR bersama Tanoto Foundation di Ruang Kerja Bupati, pada Rabu (3/3/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Pendidikan harus terus beradaptasi dengan pandemi. 

Kualitas belajar juga harus diupayakan semampu dan sekuat tenaga agar capaiannya maksimal. 

Hal tersebut disampaikan Bupati Banyumas, Achmad Husein dalam diskusi pendidikan dalam program Pengembangan Inovasi untuk Kualitas Pembelajaran (PINTAR) Tanoto Foundation di Ruang Kerja Bupati, Rabu (3/3/2021).

Baca juga: Vaksinasi bagi Lansia di Banyumas Dimulai Pekan Depan, Tahap Awal Hanya 5000 Sasaran

Baca juga: Bertemu Bupati, Ini yang Disampaikan Forum Anak Banyumas dalam Upaya Terlibat Pembangunan

Baca juga: TMMD Sengkuyung 2021 Banyumas Dimulai, Satu Bulan Pembangunan Jalan dan RTLH Harus Rampung

Baca juga: Belum Ada Bioskop di Banyumas yang Buka, Dinporabudpar Tunggu Pengelola Ajukan Izin

"Program PINTAR perlu dilanjutkan lagi kerja samanya."

"Kalau tahun ini selesai, langsung diperpanjang saja." 

"Dampaknya sudah terlihat baik," ujar Bupati Banyumas kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (4/3/2021). 

Bupati mengungkapkan dampak pandemi ini sangat dirasakan oleh siswa, orangtua, dan masyarakat. 

Sehingga perlu ada antisipasi dengan sistem atau aplikasi yang memudahkan mereka untuk bisa terus belajar dan terpantau capaiannya. 

Bupati melihat berdasarkan hasil paparan, dampak itu masih lebih banyak pada guru.

Sehingga setelah fokus di guru pada tahun ini, dia berharap fokus program dikembangkan kepada siswa. 

"Kalau guru-gurunya sudah dilatih saatnya diterapkan ke siswa." 

"Kalau perlu dengan tatap muka terbatas."

"Bisa seminggu sekali bertemu 5 orang siswa dengan 1 guru, modelnya berupa refresh materi atau penguatan mapel," ujar Bupati. 

Hal itu supaya siswa tetap bisa merasakan sekolah, merasa didampingi dan guru tetap bisa terus memberikan materi. 

Materinya yang ringan namun bermakna, tapi tetap harus menjaga protokol kesehatan. 

Menanggapi hal tersebut, koordinator Program PINTAR Tanoto Foundation Jawa Tengah, Dr Nurkolis akan menindaklanjutinya dalam bentuk dukungan inovasi yang adaptif dengan pandemi.

Misalnya penguatan budaya baca siswa dengan lebih banyak menyalurkan link-link bacaan dan materi yang ramah anak serta berbasis IT. 

Selain itu sekolah akan difasilitasi aplikasi Learning Manajemen Sistem (LMS) yang akan memudahkan mereka melakukan pembelajaran jarak jauh

"Kami sadar bahwa peran orangtua sangat penting dalam PJJ." 

"Oleh karena itu, setelah ini kami akan ada program LMS, penguatan gusus dan utamanya adalah parenting." 

"Program ini akan mendorong dan menjembatani siswa, guru dan orangtua agar sukses belajarnya," katanya. 

Nurkolis mengingatkan bahwa dari hasil survei yang dilakukan alat belajar yang digunakan oleh guru siswa adalah menggunakan WA grup. 

Namun, sebenarnya alat ini bisa di manajemen supaya dampak belajar siswa lebih terukur. 

Cara-cara ini bisa dilakukan supaya tetap meminimalisir biaya kuota internet. 

Program juga akan melakukan pameran pendidikan untuk menunjukkan hasil-hasil implementasi program. 

"Kami merencanakan akan melakukan pameran praktik baik di akhir tahun." 

"Intinya kami akan mendorong sekolah mitra tetap produktif saat pandemi ini," jelasnya kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (4/3/2021). 

Kepala Dindik Kabupaten Banyumas, Irawati mengungkapkan pentingnya program PINTAR untuk tetap menjadi mitra pihaknya. 

Dia melihat efek jangka panjang yang dirasakan guru-guru dan kepala sekolah seusai dilatih. 

Menurutnya pola yang dilakukan berbeda dan memang mengaktifkan semua peserta. 

Sehingga semua peserta aktif dalam mengikuti pelatihan. 

Selain itu, aktivitas siswa juga didorong untuk berpikir tingkat tinggi. 

Sehingga aktivitas siswa benar-benar bermakna. 

Mulai dari mengaktifkan siswa bagaimana siswa bisa menganalisis, mencari masalah lalu menyelesaikan masalah tersebut. (Permata Putra Sejati)

Baca juga: Ingin Optimalkan Layanan Publik, Bupati Purbalingga Ancang-ancang Bangun Mal Pelayanan Publik

Baca juga: Cerita Mamat Si Perawat Luka Asal Banjarnegara, Kerap Berikan Tinggalan Uang Guna Kebutuhan Pasien

Baca juga: Mumpung Jalingkut Belum Diresmikan, Warga Pesisir Kota Tegal Manfaatkan Jalan Buat Jemur Rebon

Baca juga: Kabar Gembira Buat Warga Pemalang, Layanan Perpanjangan SIM Bakal Dibuka Hingga Malam Hari

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved