Berita Purbalingga
Ingin Optimalkan Layanan Publik, Bupati Purbalingga Ancang-ancang Bangun Mal Pelayanan Publik
Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi berencana membuat mal pelayanan publik (MPP) dan konsep smart government.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM - Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi berencana membuat mal pelayanan publik (MPP) dan konsep smart government.
Hal ini disampaikan Tiwi, sapaan bupati, saat rapat paripurna di DPRD Purbalingga dengan agenda Penyampaian Pidato Bupati Terlantik Hasil Pilkada Serentak Tahun 2020, Kamis (4/3/2021).
Tiwi mengatakan, pembuatan MPP ini merupakan bagian dari optimalisasi pelayanan publik.
Pelayanan publik memang satu dari tujuh program unggulan pasangan Tiwi-Dono dalam menjalankan roda pemerintahan lima tahun ke depan.
Selain pelayanan publi, Tiwi-Dono juga memprioritaskan penurunan angka pengangguran.
Dalam program ini, Tiwi akan meluncurkan program kartu prakerja bagi warga Purbalingga, terutama mereka yang terdampak pandemi Covid-19.
"Ada Kartu Prakerja Purbalingga yang akan diberikan kepada warga yang kehilangan kerja dan belum tercover pemerintah pusat," jelasnya.
Baca juga: Kenalkan Sapta Cipta, Ini 7 Program Prioritas Bupati dan Wakil Bupati Purbalingga Periode 2021-2026
Baca juga: Bantu Warga Terdampak Covid, Bupati Purbalingga Siapkan Kartu Prakerja dan Santunan Kematian
Baca juga: Resmi Jadi Bupati dan Wakil Bupati Purbalingga, Tiwi-Dono Tancap Gas Perbaiki Infrastruktur Jalan
Ketiga, adalah program pengentasan kemiskinan, dimana dalam program ini, satu di antara kegiatan yang bakal diwujudkan adalah memberikan santunan kematian bagi ahli waris kurang mampu.
Keempat, terkait pendidikan dan bidang kesehatan. Di bidang ini, Tiwi akan menjalin dan mendorong kerjasama dengan institusi pendidikan agar mendirikan universitas dan sekolah tinggi di Purbalingga.
"Saya sudah berkomunikasi dengan pihak terkait dan insyaallah, ada yang berminat mendirikan UIN Purbalingga," katanya.
Bupati juga berjanji meningkatkan kesejahteraan guru honorer dan memperjuangkan status kepegawaian mereka.
Sementara, di bidang kesehatan, Tiwi bakal menyediakan ambulan desa.
Kelima adalah program bidang ekonomi. Di bidang ini, Tiwi berjanji memberi bantuan hibah keuangan bagi komunitas UMKM, komunitas wisata, dan kelompok tani.
"Bentuknya dana stimulan Rp 10 juta-Rp 30 juta untuk kelompok tani atau kelompok wisata," ucapnya.
Kemudian, keenam adalah program pembangunan desa. Kegiatan dalam program ini berbentuk pemberian bantuan kendaraan operasional bagi desa berprestasi, insentif bagi ketua RT, revitalisasi pasar, dan membuat desa tematik.