Berita Tegal

Mulai 1 Maret, Dishub Kabupaten Tegal Gratiskan Uji KIR bagi Angkutan Umum. Ini Persyaratannya

Relaksasi retribusi kembali diberikan Pemerintah Kabupaten Tegal melalui Dinas Perhubungan.

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/DESTA LEILA KARTIKA
Kepala Dishub Kabupaten Tegal Akhmad Uwes Qoroni, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (2/3/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SLAWI - Relaksasi retribusi kembali diberikan Pemerintah Kabupaten Tegal melalui Dinas Perhubungan.

Kini, menyasar pelaku usaha di sektor transportasi, yakni angkutan penumpang umum, baik yang beroperasi ditingkat desa, penghubung dalam kota, maupun lintas perbatasan kota/kabupaten.

Hal tersebut diwujudkan lewat diterbitkanya Peraturan Bupati Tegal Nomor 88 Tahun 2020 tentang Pembebasan Retribusi Pengujian Berkala Kendaraan Bermotor untuk Angkutan Pedesaan dan Perbatasan.

Program gratis biaya uji berkala kendaraan angkutan pedesaan tersebut berlaku mulai 1 Maret 2021.

Baca juga: Harga Kedelai Tak Kunjung Turun, Pedagang di Pasar Trayeman Slawi Tegal Akhirnya Bikin Tempe Ekomis

Baca juga: Terlihat Ngobrol di Acara Pembukaan TMMD, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tegal Sudah Akur?

Baca juga: Punokawan Berkeliling Desa Bumijawa Tegal, Sosialisasikan Keamanan dan Kehalalan Vaksin Covid

Baca juga: Asal Usul Kota Tegal: Berawal dari Nama Teteguall, Pemberian Pelaut Portugis

Informasi tersebut, disampaikan Kepala Dishub Kabupaten Tegal Akhmad Uwes Qoroni, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (2/3/2021).

"Program ini hanya berlaku bagi angkutan umum pedesaan, angkutan umum perkotaan, dan angkutan penumpang umum perbatasan yang ber-TNKB Kabupaten Tegal, serta memiliki Jumlah Berat Bruto (JBB) sampai dengan 3.500 Kg dan memenuhi persyaratan lain," terang Uwes.

"Ini merupakan bentuk kepedulian kami supaya angkutan lebih semangat lagi, mau mengurus KIR, izin trayek, sehingga kendaraannya juga sehat, selamat, mesin juga diperbaharui," imbuhnya.

Dijelaskan Uwes, saat ini, jumlah angkutan pedesaan di Kabupaten Tegal yang masih aktif (beroperasi) sebanyak 16 trayek dari 21 trayek yang ada.

Dengan kata lain, sudah ada 5 trayek yang tutup karena terdampak pandemi Covid-19 dan perubahan gaya hidup masyarakat.

Sedangkan dari 16 trayek yang masih aktif, jumlah kendaraannya sebanyak 362 angkutan pedesaan.

Lalu, untuk angkutan perbatasan, yang masih aktif ada 13 trayek dari jumlah 14 trayek. Untuk jumlah kendaraan yang masih melayani, ada 330 angkutan.

Sehingga, jika ditotal, angkutan pedesaan dan perbatasan yang masih aktif di Kabupaten Tegal berjumlah 692 kendaraan.

"Kebijakan membebaskan pungutan Retribusi Uji Berkala bagi Angkutan Umum ini, diharapkan bisa meringankan beban pengusaha angkutan umum yang kehilangan banyak penumpang. Semoga para pelaku usaha angkutan umum dapat bertahan dan berkelanjutan yang telah terdampak pandemi Covid-19," harap Uwes.

Baca juga: Video Polisi Baca Asmaul Husna Viral, Ternyata Kegiatan Setiap Pagi Anggota Satlantas Polres Kudus

Baca juga: Pria Bermasker Todongkan Pistol ke Teller Bank Wonosobo, Gondol Uang Rp 100 Juta

Baca juga: Pamit Cari Kayu Bakar, Kasilun Dikabarkan Hilang di Hutan Igir Pulasari Ajibarang Banyumas

Baca juga: Hari Ini, Ratusan Prajurit TNI di Banyumas Mulai Divaksin Covid-19 di RS Wijayakusuma

Uwes juga berpesan kepada DPC Organda Kabupaten Tegal untuk menerbitkan surat pengantar dalam waktu seminimal mungkin.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved