Breaking News:

Berita Karanganyar

Keluarga Pasien Gugat RSUD Karanganyar, Diduga Beri Keterangan Palsu Dalam Surat Covid

RSUD Karanganyar dilaporkan ke polisi atas dugaan keterangan palsu dalam surat data penanganan pasien asal Desa Pandeyan, Kecamatan Tasikmadu.

Penulis: Agus Iswadi | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/AGUS ISWADI
Direktur RSUD Karanganyar, Iwan Setiawan, memberi keterangan kepada wartawan terkait gugatan keluarga pasien Covid-19, Senin (1/3/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KARANGANYAR - RSUD Karanganyar dilaporkan ke polisi atas dugaan terkait keterangan palsu dalam surat data penanganan pasien asal Desa Pandeyan, Kecamatan Tasikmadu, Suyadi (69). Suyadi merupakan pasien yang meninggal dengan status Covid-19.

Kasus itu dilaporkan Putri Maelan Suci Rohmadani, anak kandung Suyadi ke Satreskrim Polres Karanganyar, Jumat (26/2/2021).

Kuasa Hukum Putri, Asri Purwanti menyampaikan, Suyadi menjalani perawatan di RSUD Karanganyar 22 Oktober 2020, dini hari.

Namun, yang bersangkutan baru mendapatkan kamar perawatan sekira pukul 11.00 WIB.

"Sekitar jam 11 siang, baru bisa masuk ruangan. Itu pun setelah pihak rumah sakit meminta dari pihak keluarga untuk tanda tangan bahwa masuk isolasi Covid. Saat itu, keluarga bingung, bapak saya nggak Covid kok disuruh tanda tangan Covid," terangnya saat dihubungi, Senin (1/3/2021).

Baca juga: Truk Terperosok ke Kebun Sedalam 50 Meter, Warga Jenawi Karanganyar Bahu Membahu Tarik secara Manual

Baca juga: Sudah Ada 497 Penerima Manfaat PKH Mengundurkan Diri, Data Dinsos Karanganyar Hingga Februari 2021

Baca juga: 144 Peserta Dibagi 7 Bidang, BLK Karanganyar Bakal Gelar Pelatihan Berbasis Kompetensi

Baca juga: 119 Ahli Waris di Karanganyar Gagal dapat Santunan Kematian Covid, Dinsos: Santunan Tidak Ada Lagi

Lantaran melihat kondisi Suyadi yang sudah muntah darah, lanjut Asri, dengan harapan supaya segera mendapatkan perawatan, pihak keluarga menandatangani surat tersebut.

"Akhirnya, dapat kamar di ruang mawar. Ditunggu anaknya dan di ruang itu ada beberapa orang. Kalau memang beliau Covid kan seharusnya diisolasi," ucapnya.

Asri menuturkan, Suyadi dinyatakan meninggal dunia pada pukul 15.00. Jenazah lantas dimakamkan menggunakan protokol Covid-19.

"Di surat kematian, tanggal kematian Kamis (22/10/2020). Di belakangnya (lembar), kami dapat surat tentang Covid. Kami baca, pengambilan spesimen Jumat (23/10/2020) padahal meninggal Kamis, dimana saat itu (pengambilan spesimen), pasien sudah dimakamkan. Hasilnya keluar Sabtu (24/10/2020), negatif," terangnya.

Asri menuturkan, pihak keluarga menempuh jalur hukum dengan harapan, ada penjelasan seputar penanganan Suyadi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved