Breaking News:

Berita Banjarnegara

Gara-gara Pandemi Covid-19, Warga Miskin di Banjarnegara Bertambah 8,85 Ribu Jiwa

Angka kemiskinan di Kabupaten Banjarnegara meningkat 8,85 ribu jiwa di tahun 2020. Peningkatan angka kemiskinan ini terjadi karena pandemi Covid-19.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: rika irawati

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA - Angka kemiskinan di Kabupaten Banjarnegara meningkat di tahun 2020.

Kepala BPS Banjarnegara Ratna Setyowati mengatakan, penambahan jumlah penduduk miskin ini merupakan efek pandemi Covid 19.

"Karena pandemi ini jadi fenomena nasional," katanya, Senin (1/3/2021).

Baca juga: Ketemu PGRI Banjarnegara, Anggota DPD Bambang Sutrisno Janji Perjuangkan Guru Honorer Lama Jadi PPPK

Baca juga: Budhi Sarwono: Kami Mau Saja Perbaiki Jalan Provinsi Maupun Nasional di Banjarnegara, Ini Syaratnya

Baca juga: Ini Pesan Gus Miftah Buat Warga Banjarnegara: Kedepankan Bersyukur, Kurangi Mengeluh

Baca juga: Rumah Tuheri Hanya Tersisa Puing Kayu Sisa Kebakaran, Dua Warga Lawen Banjarnegara Alami Luka Bakar

Berdasarkan data BPS Kabupaten Banjarnegara, jumlah penduduk miskin di Kabupaten Banjarnegara tahun 2020 mencapai 144,95 ribu jiwa. Atau, 15,64 persen dari total penduduk Kabupaten Banjarnegara.

Jika dibanding tahun sebelumnya, jumlah penduduk miskin di Banjarnegara naik 0,88 persen, dari 136,1 ribu jiwa di tahun 2019 menjadi 144,95 ribu di tahun 2020.

Persentase penduduk miskin di Banjarnegara tahun 2020 menduduki peringkat 30 terendah dari 35 kabupaten/kota se-Provinsi Jawa Tengah.

Di bawah Banjarnegara, ada Kabupaten Purbalingga, Pemalang, Brebes, Wonosobo, dan Kebumen di posisi paling buncit.

Persentase penduduk miskin di Banjarnegara juga lebih tinggi dari persentase kemiskinan di Jawa Tengah, yakni 11,41 persen.

"Walau kemiskinan di Banjarnegara bertambah karena pandemi tetapi masih banyak kabupaten lain yang persentase kemiskinannnya lebih tinggi," jelas Ratna.

Baca juga: Hujan Es Landa Putatnganten Grobogan, Warga: Atap Rumah seperti Dilempari Kerikil

Baca juga: Keluarga Pasien Gugat RSUD Karanganyar, Diduga Beri Keterangan Palsu Dalam Surat Covid

Baca juga: Butuh Bantuan, Warga Timbulsloko Demak Kehabisan Dana Buat Bangun Jalan Kampung di Tengah Rob

Baca juga: Kecele, Dikira Warung Kopi, Pengunjung Ternyata Datangi Polsek Pekalongan Selatan

Peningkatan angka kemiskinan memang terjadi merata di berbagai daerah, termasuk Banjarnegara.

Pandemi Covid 19 membuat banyak tenaga kerja di kota besar dirumahkan.

Sebagian mereka terpaksa pulang ke kampung halaman karena kehilangan mata pencaharian.

Ini menjadi satu penyumbang besar angka kemiskinan di daerah.

"Banyak masyarakat Banjarnegara yang bekerja di luar kota dipulangkan sehingga mengalami pendapatan berkurang. Atau, mereka masih mencoba mencari sumber pendapatan lain," katanya. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved