Breaking News:

Kuliner Jateng

Nikmatnya Sarapan Bubur Bakar Artomoro Tegal, Hangatnya Awet dan Ada Sensasi Aroma Sangit

Pemilik kedai Bubur Bakar Artomoro, Widiyatmoko (35) mengatakan, yang membedakan bubur bakar ini dengan bubur lain adalah cara penyajian.

TRIBUNBANYUMAS/FAJAR BAHRUDDIN ACHMAD
Pemilik kedai Bubur Bakar Artomoro, Widiyatmoko, menyiapkan bubur bakar pesanan pembeli. Bubur Bakar Artomoro bisa ditemukan di Jalan Semeru Kota Tegal. 

TRIBUNBAMYUMAS.COM, TEGAL - Bubur ayam menjadi menu sarapan favorit bagi sebagian masyarakat, tak terkecuali di Kota Tegal.

Biasanya, kuliner tersebut disajikan dengan berbagai topping, di antaranya, suwiran daging ayam, kedelai goreng, cakwe, daun bawang, bawang goreng, juga kerupuk.

Tapi, bagaimana jika semangkuk bubur tersebut dibakar?

Anda bisa menikmati semangkuk bubur bakar di kedai Bubur Bakar Artomoro di Jalan Semeru, Kota Tegal.

Lokasinya ada di selatan Stasiun Tegal yang memiliki jarak sekira 100 meter.

Baca juga: Cari Tempat Kuliner Instagramable di Kudus? Resto Natural Tawarkan Konsep Angkringan di Tengah Sawah

Baca juga: Ayam Bakar Mak Gogok Blora Selalu Bikin Kangen, Kuliner Legendaris Berawal dari Warisan Centong Kayu

Baca juga: Sahoun Ayam, Kuliner Legendaris Purwokerto: Dibuat dari Campuran Aci dan Tepung Beras, Diguyur Kaldu

Baca juga: Sedapnya Nasi Adep-adep Khas Tegal, Kuliner dari Tradisi Pernikahan

Bubur bakar tersebut memiliki cita rasa lebih gurih dengan aroma sangit yang menggugah selera.

Pemilik kedai Bubur Bakar Artomoro, Widiyatmoko (35) mengatakan, yang membedakan bubur bakar ini dengan bubur pada umumnya adalah cara penyajian menggunakan clay pot khusus.

Clay pot yang sudah berisi bubur kemudian dibakar di atas arang sekira 15 menit.

"Penyajiannya pakai clay pot khusus yang tahan panas. Jadi, begitu disajikan, kondisinya benar-benar panas," kata Moko sapaan akrabnya, kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (12/2/2021).

Moko menjelaskan, ada tiga varian yang menjadi menu bubur bakar di Artomoro. Yakni, bubur bakar ayam biasa yang dibanderol Rp 10 ribu per porsi, bubur bakar ikan cakalang suwir seharga Rp 15 ribu per porsi, dan bubur bakar tumpang koyor atau otot sapi, seharga Rp 17 ribu.

"Tiga alternatif itu untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Yang gak suka ayam, bisa pilih ikan laut atau otot sapi. Yang gak suka ikan, bisa pilih ayam atau otot sapi," ungkapnya.

Baca juga: Pemkot Semarang Klaim Kasus Covid Turun, Dinkes: Dampak Positif Program Vaksinasi

Baca juga: 5 Berita Populer: Temuan Tengkorak di Petungkriyo Pekalongan-Banyak Remaja Pemalang Jadi Anak Punk

Baca juga: Cegah Banjir dan Kekeringan di Blora-Bojonegoro, Sungai Bengawan Solo akan Dibendung di Karangnongko

Baca juga: Alih Pemasaran, Mantan PSK Argorejo Semarang Tawarkan Diri secara Daring setelah Lokalisasi Ditutup

Moko mengatakan, bubur bakarnya banyak diminati masyarakat di Kota Tegal.

Hal itu ia ketahui dari kedainya yang setiap hari ramai.

Dalam sehari, dia bisa menyajikan 200 sampai 300 porsi bubur bakar.

"Kami buka mulai pukul 06.00 WIB. Seharusnya tutup pukul 11.00 WIB tapi biasanya, pukul 09.00 WIB sudah sold out," ujarnya. (*)

Penulis: Fajar Bahruddin Achmad
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved